Bibit Siklon di Utara RI Punah, Tersisa 1 di Barat Bengkulu-Lampung

2026-01-17 06:47:04
Bibit Siklon di Utara RI Punah, Tersisa 1 di Barat Bengkulu-Lampung
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan Bibit Siklon Tropis 93W di sebelah utara Indonesia sudah punah. Saat ini tersisa Bibit Siklon Tropis 91S di sebelah barat Bengkulu hingga Lampung."Sejak Senin, 8 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, bibit siklon tersebut telah punah dan tidak menunjukkan indikasi untuk berkembang menjadi siklon tropis," demikian keterangan BMKG, Senin (8/12/2025).Berdasarkan pemantauan per pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93W yang sebelumnya terdeteksi di wilayah Samudera Pasifik Utara sejak 28 November 2025, kini telah dinyatakan tidak aktif. Pelemahan sistem ini disebabkan oleh berkurangnya dukungan parameter atmosferik, seperti kecepatan angin yang tidak lagi signifikan.Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 91S saat ini kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot (37 km/jam) dan tekanan udara minimum 1008 hPa. Bibit Siklon Tropis 91S terbentuk pada Minggu (7/12) di wilayah Samudra Hindia barat daya Lampung."Potensi Bibit Siklon Tropis 91S untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan dalam kategori rendah," kata BMKG.BMKG tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Berikut dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan hingga Selasa (9/12) pukul 19.00 WIB:- Hujan sedang hingga lebat: Bengkulu, Sumatera Selatan (Sumsel), Lampung- Gelombang Laut Tinggi hingga 2,5 meter (Moderate Sea) di Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung dan Samudra Hindia selatan BantenSimak juga Video 'BMKG Sebut Hujan Bulanan Turun dalam Sehari di Sumatera':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-17 05:21