KEDIRI, - Kontroversi patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendatangkan berkah dengan banyaknya kunjungan wisatawan.Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i mengatakan, pihaknya menyambut hal tersebut dengan positif karena dianggap mampu melambungkan nama desa maupun mengangkat ekonomi warga.“Sekarang titik lokasi macannya sangat ramai pengunjungnya. Gak pagi, siang, bahkan malam ada saja yang datang,” ujar Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i, Senin .Baca juga: Heboh Patung Macan Putih di Kediri yang Mirip Zebra, Kades Beri PenjelasanSafi'i menambahkan, bahkan para pengunjung itu tidak hanya warga lokal, banyak juga yang jauh-jauh datang dari luar kota.Rata-rata para pengunjung tersebut datang karena penasaran atas keberadaan patung berbahan semen tersebut, yang viral karena bentuknya.Selain berkunjung, mereka juga menyempatkan diri untuk berswafoto sebagai kenangan kehadiran di lokasi itu.“Kemarin itu ada yang dari wilayah Lumajang sana. Dari daerah lain juga banyak. Lalu mereka foto-foto selfie,” lanjut Safi'i.Baca juga: Kepala Desa Sebut Anggaran Patung Macan Mirip Zebra di Kediri dari Kocek PribadiBanyaknya kunjungan itu otomatis turut mengangkat ekonomi warga setempat. Terutama yang mempunyai usaha makanan maupun minuman di sekitar lokasi patung.Kebetulan, titik lokasi berada di persimpangan jalan yang selama ini menjadi tempat kongkow-kongkow favorit masyarakat.Apalagi dengan banyaknya pengunjung itu, semakin banyak pedagang dadakan di lokasi.“Di sana hari biasa gak sampai 5 pedagang kaki lima. Sekarang jumlahnya sudah lebih dari 20 pedagang dan semuanya laris,” lanjut Kades.Baca juga: Pembuat Patung Macan Viral di Kediri: Dibuat 18 Hari dan Dibayar Rp 2 Juta Kades mencontohkan pedagang kelapa muda atau es degan yang tengah kebanjiran rejeki. Jika di hari biasa hanya menghabiskan sekitar 40 buah kelapa, kini berkali lipat sampai 150 butir kelapa.“Tadi kebetulan saya habis beli es degan di situ. Itu pedagang kelapa sampai bilang makasih-makasih ke saya karena sekarang rame yang beli,” ujar Kades.Sebelumnya diberitakan, patung harimau di desa Balongjeruk tersebut menyedot perhatian masyarakat karena wujudnya yang dianggap tidak proporsional.Penggambaran anatomi tubuhnya dirasa melenceng jauh dari sosok hewan yang selama ini dikenal sangat gagah dan garang itu.
(prf/ega)
Usai Viral, Patung Macan di Kediri Jadi Tujuan Swafoto Wisatawan
2026-01-12 06:06:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:40
| 2026-01-12 05:28
| 2026-01-12 05:19
| 2026-01-12 04:44
| 2026-01-12 03:51










































