Fakta-fakta Kebakaran Apartemen Hong Kong, Ada Korban WNI

2026-02-01 02:27:18
Fakta-fakta Kebakaran Apartemen Hong Kong, Ada Korban WNI
HONG KONG, - Kebakaran besar melanda kompleks apartemen bertingkat tinggi di Hong Kong pada Rabu dan menewaskan puluhan orang. Ratusan lainnya masih belum diketahui keberadaannya.Peristiwa ini disebut sebagai kebakaran terburuk di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir.Bencana itu juga mengguncang kota yang dikenal memiliki blok-blok apartemen tertinggi dan terpadat di dunia, sebagaimana dilansir AFP.Api mulai berkobar pada Rabu di perancah bambu yang menyelimuti beberapa blok apartemen di Wang Fuk Court, kompleks hunian yang sedang menjalani perbaikan di distrik Tai Po, wilayah utara Hong Kong.Kebakaran dengan cepat menjalar ke beberapa menara di kompleks apartemen  yang terdiri dari delapan gedung setinggi 31 lantai dengan total 1.984 unit apartemen.Berikut sederet fakta dari kebakaran apartemen Hong Kong dilansir dari berbagai sumber.Baca juga: Penampakan Kebakaran Apartemen Hong Kong, Diduga Bermula dari Perancah BambuPetugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan api sepanjang malam, dan kebakaran masih terlihat di beberapa titik hingga Kamis pagi.Seorang petugas pemadam kebakaran turut menjadi korban jiwa dalam insiden ini.Dinas pemadam kebakaran Hong Kong menyebut sedikitnya 44 orang tewas, sementara otoritas setempat menyatakan ratusan orang dilaporkan hilang.Sekitar 900 warga dievakuasi ke tempat penampungan sementara, dan puluhan orang dirawat di rumah sakit, sebagian dalam kondisi kritis.Baca juga: Perancah Bambu Diduga Sebabkan Kebakaran Apartemen Hong Kong Cepat MeluasDari hasil koordinasi intensif Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong dengan Hong Kong Police Force (HKPF), diperoleh informasi bahwa dua warga negara Indonesia (WNI) meninggal dunia dan 2 (dua) orang lainnya mengalami luka-luka. Semua korban merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) sektor domestik.KJRI Hong Kong memantau perkembangan situasi dan memberikan pendampingan lanjutan kepada WNI yang terdampak.KJRI Hong Kong juga telah menghubungi keluarga WNI terdampak guna menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa yang mendalam serta memberikan kejelasan informasi sekaligus menginformasikan langkah penanganan selanjutnya. Baca juga: Kebakaran Apartemen Hong Kong Mencekam, Api Menyebar ke 4 GedungHong Kong dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia sehingga risiko bencana perkotaan sangat besar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-02-01 18:11