Kapan AC Mobil Harus Dimatikan? Ternyata Hanya Dalam Kondisi Ini

2026-01-11 22:06:09
Kapan AC Mobil Harus Dimatikan? Ternyata Hanya Dalam Kondisi Ini
SOLO, - Air conditioner (AC) menjadi beban pada mobil saat dioperasikan, baik untuk mobil konvensional maupun mobil listrik. Mematikannya dapat membuat mobil konvensional lebih bertenaga.Sementara pada mobil listrik, mematikan AC dapat menghemat daya baterai sehingga jarak tempuhnya bisa lebih jauh. Namun, hal ini bisa membuat penumpang kurang nyaman.Dewa, pemilik bengkel AC Mobil Jogja mengatakan mematikan AC mobil dalam perjalanan tak diperlukan bila kondisinya tidak darurat, misal seperti harus mengoptimalkan tenaga.Baca juga: Sebelum Libur Nataru, AC Mobil Wajib Masuk Daftar Pengecekan PrioritasDari segi komponen, sistem AC sudah didesain sedemikian rupa, mampu dioperasikan saat dalam berbagai kondisi seperti dipacu di tol, menanjak dan lainnya.“Selama AC mobil dirawat dengan baik, oli kompresor diganti rutin, setiap ada gejala kerusakan segera diperiksa dan diperbaiki, kejadian kompresor overheat di jalan sangat kecil potensinya,” ucap Dewa kepada , Sabtu Dewa mengatakan, bila harus mematikan AC mobil saat mobil digunakan ngebut di jalan tol, justru akan membuat penumpang tidak nyaman.Baca juga: Begini Penggunaan AC Mobil yang Benar Saat Perjalanan JauhAstra Daihatsu doc. Ilustrasi AC mobil kurang dinginJenis kompresor ada yang putus nyambung dilengkapi magnetic clutch. Dia bekerja sesuai dengan kebutuhan dan dapat menyesuaikan tekanan freon di sistem AC. Beberapa kompresor juga dilengkapi saluran bypass ketika tekanan freon terlalu tinggi.Ketika ada urgensi untuk mematikan AC, tujuannya lebih pada kondisi tertentu saat mobil membutuhkan tenaga optimal, seperti menanjak, atau keperluan balapan.“Tergantung kebutuhan, bila mobil mau dipakai balapan, dipacu oleh waktu, ya mending dimatikan AC-nya biar tidak ada beban mesin, jadi mobil bisa lebih ngebut,” ucap Dewa.Baca juga: Setelan AC Mobil yang Pas saat Hujan Agar Kaca Tak BerembunJayan Sentanuhady, Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan mematikan AC pada mobil listrik bisa menambah jarak tempuh dalam kondisi darurat.“Dalam kondisi darurat, seperti keberadaan SPKLU masih cukup jauh, sebenarnya pengemudi mobil listrik bisa menghemat baterai agar jarak tempuhnya lebih panjang dan berpeluang tidak mogok di jalan,” ucap Jayan kepada , belum lama ini.Pengendara perlu mengurangi konsumsi AC, pasalnya beban kerja komponen AC cukup besar menguras baterai.Baca juga: Jangan Asal Pakai Pengharum, Bisa Bikin AC Mobil Jadi Bau/Gilang Kompresor AC mobil“Tak usah pake AC dulu, agar daya listrik di dalam baterai benar-benar dimanfaatkan untuk menghasilkan jarak tempuh,” ucap Jayan.Komponen AC seperti kompresor, blower dan sensor-sensor, membutuhkan daya listrik yang disuplai dari baterai besar. Konsumsi dayanya cukup besar.Jadi, mematikan AC dibutuhkan hanya dalam kondisi darurat, bila kondisi masih normal, komponen AC bisa digunakan dalam berbagai kondisi seperti mengebut, menanjak dan lainnya.


(prf/ega)