Komisi V Minta Basarnas Berani Ungkap Penyebab Bencana, Singgung Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera

2026-02-02 05:54:31
Komisi V Minta Basarnas Berani Ungkap Penyebab Bencana, Singgung Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera
JAKARTA, - Ketua Komisi V DPR RI Lasarus meminta Basarnas dan instansi kebencanaan lainnya untuk lebih berani mengungkap faktor-faktor penyebab terjadinya bencana di berbagai daerah.Dia mengingatkan bahwa penyampaian analisis yang komprehensif penting dilakukan agar penanganan bencana tidak hanya fokus pada tahap akhir.“Kadang-kadang kita harus berani juga keluar out of the box, Pak, berpikirnya, supaya Bapak-bapak harus juga menyampaikan. Ini timbul bencana ini faktornya ini, gitu lho," kata Lasarus dalam rapat kerja bersama Basarnas dan BMKG di DPR RI, Senin ."Misalnya, kerusakan lingkungan, adanya tidak hilangnya keseimbangan alam dan seterusnya harus juga berani menyampaikan,” imbuhnya. Baca juga: 30 Kampus Terdampak Bencana Sumatera, Kemdiktisaintek Turun Kirim BantuanPolitikus PDI-P itu kemudian menyoroti maraknya aktivitas tambang ilegal yang menurutnya telah memicu kerusakan lingkungan secara masif, termasuk gundulnya hutan, sehingga memperparah bencana.“Kita memahami hari ini, Pak, tambang ilegal itu di mana-mana di seluruh Indonesia ini. Dengan harga emas yang begitu tinggi hari ini, ya. Ini tambang ilegal itu masif sekali, Pak, dan ini menurut saya salah satu juga faktor, sehingga terjadinya kerusakan lingkungan yang masif, ya,” ucapnya.Lasarus juga menyinggung temuan banyak gelondongan kayu dalam bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Aceh, yang mengindikasikan kondisi hutan sudah tidak mampu menahan curah hujan ekstrem.Baca juga: Banjir Binjai, BPBD: 24.961 Jiwa Terdampak“Lapangan ini kan contoh kita lihat kemarin waktu kejadian ini (di Sumatera), kita melihat tumpukan kayu begitu banyak, Pak, ya. Itu pasti alam sudah tidak bisa menopang, Pak, ketika terjadi hujan lebat yang berlebihan, misalnya,” kata dia.Menurut Lasarus, kejadian banjir dan longsor yang hampir serupa mungkin pernah terjadi di masa lalu. Namun, tidak menimbulkan dampak kerusakan sebesar saat ini karena kondisi hutan saat itu masih baik.Dia menegaskan, penyampaian fakta akar penyebab bencana harus dilakukan agar perbaikan bisa menyasar pada pencegahan, bukan hanya respons tanggap darurat.“Supaya kita tidak seperti tadi sampaikan, kita (Basarnas) seperti datang di ujung, ‘Kita hanya datang di ujung seperti pemadam kebakaran saja’, Pak. Akhirnya Bapak kebagian capeknya. Padahal pangkal masalahnya tidak kita selesaikan. Ya, harus berani kita bicarakan dari posisi kita masing-masing,” pungkasnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Pendekatan “heritage meets modern” tersebut akan menjadi salah satu strategi utama Bata ke depan. Bata, kata Panos, ingin menghidupkan identitas lama yang disukai generasi sebelumnya, tetapi dihadirkan dengan desain yang sesuai selera generasi baru.Transformasi tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada retail experience. Laporan Tahunan 2024 menyebut bahwa seluruh toko Bata kini mengadopsi konsep modern-minimalis Red 2.0.Namun, bagi Panos, esensi modernisasi toko bukan sekadar tampil fashionable.“Bagi saya yang penting adalah membuat belanja lebih mudah dengan cara yang sangat sederhana,” ungkapnya. Ia membayangkan toko Bata sebagai ruang yang tidak berantakan, produk yang terkurasi jelas, dapat memandu konsumen tanpa membuat mereka bingung, serta menampilkan fokus utama pada produk.“Kami akan menaruh usaha lebih besar pada produk dan membimbing konsumen ke produk itu, product first,” katanya.Baca juga: Bukan Merek Lokal, Ini Sosok Pendiri Sepatu BataLaporan tahunan 2024 juga menunjukkan penguatan digital Bata secara signifikan, mulai dari integrasi pembayaran digital (Gopay, ShopeePay, OctoPay, Visa Contactless), kolaborasi dengan key opinion leader (KOL), serta penguatan Bata Club sebagai program loyalitas.Upaya itu sejalan dengan visi Panos untuk membawa Bata lebih dekat ke generasi muda Indonesia. Apalagi, generasi ini berbelanja secara omnichannel dan peka terhadap brand yang punya nilai jelas.Panos menilai, generasi muda juga punya kepekaan terkait asal-usul produk. Menurutnya, konsumen masa kini memperhatikan bagaimana sepatu dibuat, mulai dari aspek keberlanjutan (sustainability), lokasi pembuatan produk, hingga siapa yang mengerjakannya.Bata Indonesia sendiri telah melakukan sejumlah langkah keberlanjutan nyata, seperti optimalisasi konsumsi energi, efisiensi rantai pasok, penggunaan teknologi hemat energi, dan tata kelola material yang lebih baik.“Sustainability bukan sesuatu yang kamu pasarkan. Sustainability adalah sesuatu yang kamu jalani dan kamu wujudkan setiap hari,” tegasnya.Upaya modernisasi Bata, mulai dari kurasi produk, perbaikan toko, hingga penguatan kanal digital, pada akhirnya kembali pada satu tujuan, yakni menjawab kebutuhan konsumen Indonesia hari ini. Setelah melewati masa restrukturisasi, Bata ingin memastikan bahwa setiap langkah transformasi benar-benar berangkat dari pemahaman terhadap perilaku dan ekspektasi masyarakat Indonesia yang terus berkembang.Di sinilah Panos melihat kekuatan besar yang dimiliki Bata selama puluhan tahun di Indonesia, yaitu hubungan emosional yang terbangun secara alami dengan konsumennya.Baca juga: Sepatu Bata, Sering Dikira Produk Lokal Ternyata Berasal dari Ceko“Konsumen Indonesia sangat loyal. Jauh lebih loyal jika dibandingkan banyak konsumen lain di dunia,” kata Panos.Namun, ia mengingatkan bahwa loyalitas bukan sesuatu yang bisa dianggap pasti. “Kami harus relevan untuk konsumen hari ini, lebih terhubung dengan audiens muda, dan membawa mereka kembali masuk ke Bata,” tuturnya. Upaya untuk kembali relevan di mata konsumen tidak bisa berdiri sendiri. Menurut Panos, transformasi Bata hanya bisa berjalan jika dukungan internal juga kuat dan keyakinan dari orang-orang yang bekerja di baliknya.“Setelah Covid, keyakinan itu selalu turun. Padahal, kepercayaan internal itu sangat penting,” katanya.Maka dari itu, Panos ingin seluruh tim melihat arah baru Bata sebagai momentum untuk bangkit bersama.“Kami akan membutuhkan lebih banyak karyawan untuk berkembang dan menjadi lebih kuat di Indonesia,” katanya.Dengan fondasi internal yang diperkuat dan strategi baru yang mulai berjalan, Panos memandang masa depan Bata di Indonesia dengan keyakinan yang besar. Baginya, transformasi yang sedang dilakukan tidak hanya soal restrukturisasi, modernisasi produk, atau pembaruan toko, tetapi juga membangun hubungan yang lebih bermakna dengan konsumen.“Saya berharap ketika datang lagi ke sini, saya bisa merasa bangga terhadap Bata. Bangga melihat Bata tersedia untuk konsumen yang lebih luas, melihat pelanggan datang ke Bata dan bisa merasakan mereka menyukainya,” harapnya.Baca juga: Sejarah Sepatu Bata, Merek Eropa yang Sering Dikira dari IndonesiaIa juga menginginkan pertumbuhan yang tidak hanya tecermin dalam penjualan atau jumlah toko, tetapi juga dalam cara masyarakat Indonesia memaknai kehadiran Bata setelah lebih dari 90 tahun berada di tengah mereka.“Saya ingin Bata berarti sesuatu bagi Indonesia serta berkata, ‘Saya tumbuh bersama Bata. Bata adalah perusahaan lokal sekaligus global dan Bata mengerti saya’,” katanya. Panos melihat Indonesia bukan sekadar pasar besar, melainkan rumah penting bagi perjalanan panjang Bata. Dengan arah baru, strategi yang lebih fokus, dan loyalitas konsumen yang kuat, ia yakin Bata akan kembali menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia untuk waktu yang lama.

| 2026-02-02 20:18