Para Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Pertanyakan Kepastian Pembangunan Hunian Tetap

2026-01-11 03:36:02
Para Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Pertanyakan Kepastian Pembangunan Hunian Tetap
FLORES TIMUR, – Penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, NTT, mengeluh dan mempertanyakan kepastian pembanguan hunian tetap oleh pemerintah.Mereka mengaku awalnya senang karena pemerintah berencana membangun huntap di Noboleto.Namun belakangan mendapat informasi, huntap tersebut batal dibangun.Baca juga: Banjir Lahar Lewotobi Terjang Desa Nurabelen NTT, 4 Rumah Warga TerendamYosep Boli Lamak, penyintas asal Desa Klatanlo, mengatakan, ketidakpastian ini membuat warga terdampak erupsi kecewa.Menurut Yosep, meski selama ini warga menetap di hunian sementara, namun perasaan cemas masih menyelimuti hati dan pikiran mereka.Utang yang tak kunjung dibayar, biaya anak sekolah dan kebutuhan keluarga menjadi beban yang harus dipikul. Sementara pilihan untuk pulang kampung bukanlah jalan terbaik.“Kami bingung, bagaimana kami bisa menata masa depan keluarga dan anak-anak kami dengan baik, kalau kami masih bertahan di hunian sementara,” ujar Yosef, Senin .Baca juga: Warga Temukan Ular Kepala Dua di Lereng Gunung LewotobiYosep berharap pemerintah terus berupaya mencari solusi dan memberikan kepastian bagi warga terdampak erupsi.Penyintas lainnya, Yuliana Bibi Muda, mengungkapkan hal senada.Yuliana mengaku sudah lama merindukan untuk pindah ke hunian tetap, namun mereka tak kunjung mendapat jawaban yang pasti.“Kami sudah tidak punya apa-apa lagi, sampai kapan kami berada di sini (hunian sementara),” pungkasnya.Baca juga: Gunung Lewotobi Laki-laki Kembali Luncurkan Banjir Lahar, Warga Diminta WaspadaSebelumnya, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran mengatakan, pemerintah segera membangun huntap bagi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.Salah satu lokasinya berada di Noboleto, Kecamatan Ile Bura. Ignasius mengklaim lokasi huntap itu telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK)."Lokasi huntap Noboleto sudah ada Surat Keputusan (SK) penetapan lokasinya," ujar Ignasius dalam keterangannya, Selasa .Baca juga: Jalur Trans Larantuka-Maumere Kembali Normal Usai Sempat Tertutup Banjir Lahar LewotobiIgnasius mengaku bahwa pembangunan huntap Noboleto memakan waktu cukup panjang, karena kurangnya dukungan MasyarakatDirinya menegaskan, proses yang berlarut-larut itu bukan semata-mata kelambanan pemerintah daerah."Mesti kita pahami bersama, bahwa ini bukan soal kelambanan Pemda, hampir enam bulan Pemda melakukan konsolidasi tetapi mengalami kendala yakni kurang adanya dukungan dari masyarakat," ujarnya.


(prf/ega)