Di Hadapan UNFCCC, Indonesia Paparkan Sejumlah Komitmen dalam Atasi Iklim

2026-02-04 22:22:50
Di Hadapan UNFCCC, Indonesia Paparkan Sejumlah Komitmen dalam Atasi Iklim
Indonesia menyampaikan sejumlah komitmen dalam upaya mengatasi perubahan iklim. Indonesia komitmen untuk menurunkan emisi sampai 2060 atau lebih cepat."Bapak Presiden Prabowo mengingatkan kita dalam UN Assembly, Indonesia komitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sampai tahun 2060 atau lebih cepat," ujar Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq usai sesi National Statement High Level Segmen di COP30 Brasil, Senin .Selain komitmen turunkan emisi, Indonesia juga telah menyampaikan National Adaptation Plan (NAP). Itu merupakan rujukan dalam penanganan perubahan iklim."Jadi kita telah lengkap memiliki aksi mitigasi dan aksi adaptasi. Selanjutnya, dalam assessment tersebut, Indonesia juga mendorong kita semua dalam COP30 ini agar segera mengambil keputusan-keputusan yang sangat penting untuk bisa mengimplementasikan Paris Agreement," kata Hanif.Di situ, Indonesia juga memamerkan telah meluncurkan Peta Jalan dan Panduan Aksi Ekosistem Karbon Biru. Peta jalan itu akan dimasukkan ke dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan akan disampaikan ke UNFCCC."Indonesia juga mendorong disabilitas sebagai konstituen utama dari gelaran-gelaran iklim pada kesempatan berikutnya," ujar Hanif.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 21:20