Kereta Khusus Petani-Pedagang Mulai Beroperasi, Pedagang Minta Jatah Barang Bawaan Ditambah

2026-02-02 12:01:43
Kereta Khusus Petani-Pedagang Mulai Beroperasi, Pedagang Minta Jatah Barang Bawaan Ditambah
LEBAK, – Sejumlah pedagang yang menggunakan layanan perdana Kereta Khusus Petani-Pedagang berharap aturan barang bawaan dapat ditinjau ulang.Mereka meminta agar tidak dibatasi hanya dua tentengan (wadah), karena dinilai tidak cukup menampung kebutuhan jualan harian.Pedagang asal Stasiun Cikeusal, Sumarni (50) mengatakan, biasanya ia membawa hingga lima wadah dagangan, tetapi hari ini dia hanya bisa membawa dua wadah saja.“Biasanya bawa tiga tentengan kalau jualan ke Cilegon naik dari Cikeusal jam setengah tujuh. Kalau cuma dua, paling nutup ongkos saja. Saya tadi bawa lima, tapi dibalikin lagi sama suami karena takut,” kata Sumarni di atas Kereta Khusus Petani-Pedagang, Senin .Baca juga: Naik Kereta Khusus Petani-Pedagang, Penumpang: Gerbongnya Luas dan Adem...Ia bisa mengambil keuntungan seribu hingga lima ratus rupiah per jenis dagangan.Dalam satu wadah, terdapat beberapa jenis barang dagangan seperti nasi merah, lemang, hingga gemblong.Dengan hanya membawa dua tentengan, kata dia, keuntungan yang diperoleh tidak sebanding dengan ongkos perjalanan.“Kalau bawa dua wadah doang, paling dapat sepuluh sampai dua puluh ribu, ongkosnya saja enam ribu. Jadi habis diongkos,” katanya.Ia mengaku sudah mengajukan kartu khusus pedagang untuk layanan ini dan prosesnya tidak rumit.Namun, tetap berharap aturan pembatasan diubah. “Apalagi kalau nanti musim rambutan biasanya bawa berkarung-karung. Gimana nanti jadinya sedikit,” ucapnya.Baca juga: Penumpang Kereta Khusus Petani-Pedagang: Kami Diistimewakan, Serasa Gerbong Milik SendiriPedagang lain, Asmanah (41), juga menyampaikan keluhan yang sama.Asmanah juga biasa jualan membawa tiga tentengan dan was-was dengan aturan yang diterapkan di Kereta Khusus Petani-Pedagang.KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN Sejumlah pedagang mulai naik Kereta Khusus Petani-Pedagang resmi beroperasi Senin untuk relasi Stasiun Rangkasbitung-Merak.Dia berharap aturan ini bisa diperbaharui agar pedagang bisa membawa barang dagangan lebih banyak."Mungkin karena awal-awal ya, jadi maklum saja, semoga ke depan bisa lebih fleksibel," ujar dia.VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan, pembatasan barang bawaan diterapkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.“Barang berbau menyengat, hewan ternak, bahan mudah terbakar, serta senjata tajam maupun api dilarang dibawa dalam perjalanan ini," kata Karina melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.Adapun untuk aturan barang bawaan terdiri dari dua tentengan per orang, dengan ukuran maksimal 100 cm x 40 cm x 30 cm per koli.“Kami mengajak pengguna untuk mematuhi aturan dan menjaga sarana serta fasilitas yang tersedia,” kata dia.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 11:25