34 Hari Pascabencana, Dusun Sejahtera Bener Meriah Masih Gelap Gulita

2026-02-05 00:09:56
34 Hari Pascabencana, Dusun Sejahtera Bener Meriah Masih Gelap Gulita
BENER MERIAH, – Warga Dusun Sejahtera di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, mulai hilang harapan. Sudah 34 hari pascabencana banjir dan longsor melanda, suplai arus listrik belum juga mengalir ke dusun mereka.Hingga saat ini, masyarakat Dusun Sejahtera harus tidur dalam kondisi gelap gulita. Tidak ada genset bantuan, bahkan tiang listrik yang roboh dengan kabel menjuntai ke tanah dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan.“Dusun kami seperti luput dari perhatian. Kami tidak tahu harus mengadu kepada siapa lagi,” ucap salah seorang warga, Jamaluddin (38), kepada Kompas.com, Senin .Baca juga: 9 Desa Masih Gelap Gulita di Aceh Utara, Korban: Bayangkan Sudah Sebulan Tanpa ListrikKekecewaan warga memuncak karena desa tetangga yang berjarak hanya 2 kilometer sudah menikmati aliran listrik. Dusun Sejahtera merupakan wilayah terdampak paling parah di Desa Rimba Raya, di mana 10 rumah hilang dilumat banjir dan enam warga dinyatakan hilang.Sekitar dua minggu lalu, petugas PLN sempat melakukan pengecekan. Petugas menjanjikan perbaikan segera setelah jalur Tenge Besi bisa diakses kendaraan pengangkut tiang. Namun, meski jalur sudah dibuka seminggu terakhir, belum ada tanda-tanda petugas kembali.“Untuk ngecas hp dan senter, kami harus berjalan kaki 2 kilometer ke desa tetangga,” keluh Jamaluddin.Meski bantuan sembako dan layanan kesehatan sudah mulai masuk, ketiadaan listrik menjadi kendala utama warga untuk kembali beraktivitas normal. Terlebih, trauma akibat bencana yang terjadi pada 26 November 2025 lalu masih membekas kuat di benak masyarakat.Saat ini, sebagian warga yang rumahnya selamat telah kembali dari pengungsian. Mereka membersihkan sisa lumpur secara mandiri tanpa bantuan alat berat dari pemerintah. Di balik semangat untuk bangkit, rasa takut kerap menghantui saat hujan turun.“Saya pribadi sudah bekerja di kebun, tetapi tidak nyaman. Karena malam gelap, kalau hujan dengar suara dentuman, tidak enak tidur,” ujar Jamaluddin.Warga sangat berharap pihak terkait segera melakukan penanganan khusus. Mereka merasa diabaikan karena hanya satu dusun ini yang belum tertangani aspek kelistrikannya di Desa Rimba Raya.“Kami sangat memohon dan minta tolong semoga listrik di dusun kami cepat diperbaiki,” harapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-04 21:51