Ojol di Sidoarjo Alami Lonjakan Orderan Makanan Saat Warga Kebanjiran

2026-01-30 09:05:22
Ojol di Sidoarjo Alami Lonjakan Orderan Makanan Saat Warga Kebanjiran
SIDOARJO, - Pengemudi ojek online (ojol) di Sidoarjo mengalami lonjakan pesanan makanan dari warga Kelurahan Sidokare, seiring dengan banjir yang melanda kawasan tersebut dengan ketinggian mencapai 40 sentimeter, Kamis .Yudhi, salah satu pengemudi ojol, mengungkapkan bahwa pesanan makanan dari wilayah Kelurahan Sidokare meningkat dua kali lipat dibandingkan hari biasa.Ia menjelaskan bahwa peningkatan pesanan ini disebabkan oleh ketidakmampuan warga memasak akibat tingginya genangan air.Baca juga: Terendam Banjir, 105 Penghuni UPTD Liponsos Kabupaten Sidoarjo Dievakuasi“Sejak pagi sampai siang, pesanan makanan dari Sidokare terus masuk. Warga ngakunya malas ke pasar dan akhirnya nggak masak karena banjir," ujar Yudhi.Ia juga menambahkan bahwa akses menuju beberapa kompleks perumahan di Kelurahan Sidokare sulit dilalui akibat genangan air yang cukup tinggi.Meskipun demikian, Yudhi dan pengemudi ojol lainnya tetap berusaha mengantarkan pesanan.“Banjirnya tinggi, kadang tingginya hampir nutupi karburator motor. Untungnya nggak sampai mogok. Kalau mogok ya terpaksa dituntun saja," tambahnya.Yudhi mengaku nekat menerobos banjir demi memastikan pesanan warga dapat diterima, meskipun ia harus rela pakaian basah akibat tingginya genangan air."Ya kasihan juga kalau pesanannya nggak diterima. Mau nggak mau tetap diantar saja, kasian juga kalau mereka di rumah nggak ada makanan," tutup Yudhi.Baca juga: Bupati Subandi Ungkap Penyebab Banjir di Sidoarjo Sebelumnya, Bupati Sidoarjo, Subandi, menjelaskan bahwa banjir di pusat Sidoarjo Kota disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi yang mengguyur selama berjam-jam.Selain itu, air rob dari perairan Barat Kabupaten Sidoarjo juga berdampak pada pemukiman warga.Untuk mengatasi masalah ini, Subandi menyebutkan bahwa pemerintah daerah akan melakukan normalisasi sungai dan memperluas saluran untuk menampung air hujan.Ia juga berencana menggandeng pakar dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk mencari solusi terhadap banjir yang melanda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-30 08:09