Ada Kredit Nganggur Rp 2.509,4 T, BI: Dunia Usaha Masih Menahan Diri

2026-01-12 05:24:59
Ada Kredit Nganggur Rp 2.509,4 T, BI: Dunia Usaha Masih Menahan Diri
JAKARTA, – Kredit perbankan sebenarnya tersedia melimpah, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan dunia usaha. Bank Indonesia mencatat kredit nganggur atau undisbursed loan per November 2025 mencapai Rp 2.509,4 triliun, mencerminkan sikap pelaku usaha yang masih menahan diri menarik pinjaman baru.Nilai tersebut setara 23,18 persen dari total plafon kredit yang disediakan perbankan. Tingginya kredit yang belum dicairkan ini dinilai berkaitan erat dengan lemahnya permintaan kredit di tengah ketidakpastian pemulihan ekonomi.Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Solikin M Juhro mengatakan, pelaku usaha dan rumah tangga masih bersikap wait and see sebelum memutuskan mengambil kredit.“Kenapa kok kredit itu enggak sekuat tahun lalu? Kita lihat pertama dari sisi demand, korporasi dan rumah tangga ini kebetulan memang angka-angka undisbursed loan atau komitmen pinjaman yang enggak ditarik. Jadi pinjaman bisa diambil tapi enggak ditarik. Kenapa? Mereka masih ‘ini ekonominya benar menggeliat gak?’, mereka masih wait and see,” ujar Solikin dalam Taklimat Media di Jakarta, Senin .Baca juga: Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh 7,36 Persen pada Oktober, Melambat Dibanding Bulan SebelumnyaKondisi tersebut berdampak pada laju pertumbuhan kredit perbankan. Pada November 2025, kredit hanya tumbuh 7,74 persen secara tahunan, meski naik dibandingkan Oktober 2025 sebesar 7,36 persen. Angka ini masih jauh di bawah pertumbuhan kredit November 2024 yang mencapai 10,79 persen.Solikin menjelaskan, di tengah pemulihan ekonomi yang belum merata, dunia usaha cenderung mengandalkan dana internal atau sumber pendanaan lain. Salah satu pertimbangannya adalah penurunan suku bunga kredit yang dinilai belum cukup cepat.Tercatat, suku bunga kredit baru turun 24 basis poin dari 9,20 persen pada awal 2025 menjadi 8,96 persen pada November 2025. Sementara itu, BI rate telah turun 125 basis poin menjadi 4,75 persen.“Daripada saya ngambil ke bank, mendingan saya pakai duit saya sendiri. Kenapa? Karena mungkin bisa saja suku bunganya masih tinggi,” ucap Solikin.Baca juga: Perbanas Prediksi Kredit Bank Tumbuh 9-11 Persen pada 2026, Tanda Daya Beli Mulai Pulih?Untuk merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan guna mendorong permintaan kredit.Upaya ini dilakukan melalui instrumen makroprudensial reguler yang dibarengi penguatan koordinasi kebijakan bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).Selain itu, BI juga berupaya membangun kepercayaan terhadap prospek perekonomian nasional agar dunia usaha lebih berani memanfaatkan fasilitas kredit perbankan.“Kebijakan itu harus kredibel dan diorkesasikan dengan baik sehingga masyarakat itu gak merasa was was,” kata Solikin.Baca juga: Penyebab Pertumbuhan Kredit Belum Kuat Menurut BI, Kredit Menganggur di Bank Rp 2.332,1 Triliun


(prf/ega)