Pilu Ibu Empat Anak di Deli Serdang, Suaminya Tewas Dianiaya Usai Dituduh Mencuri

2026-01-12 04:11:25
Pilu Ibu Empat Anak di Deli Serdang, Suaminya Tewas Dianiaya Usai Dituduh Mencuri
MEDAN, – Suasana duka menyelimuti rumah Reza Fahlevi (30) di Dusun II Desa Namo Bintang, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Ayah empat anak itu meninggal dunia setelah dianiaya sekelompok orang yang menuduh dirinya mencuri.Istri Reza, Adiba Asma (29), masih mengingat detik awal kejadian. Pintu rumah diketuk keras, membuat Reza keluar dari kamar dan menyusul ke teras. Saat itu, Reza sudah dinaikkan ke atas sepeda motor oleh empat pria.“Ada empat orang mereka. Bawa dua sepeda motor. Suami saya didudukkan di tengah, diapit lah,” kata Adiba di rumahnya, Jumat .Baca juga: Viral 2 Pria Tewas Dianiaya di Deli Serdang, 6 Pelaku Telah DitangkapAdiba sempat berteriak menanyakan ke mana suaminya dibawa. Para pelaku hanya menjawab Reza tidak akan diapa-apakan. Tak lama, ibu Reza ikut keluar mempertanyakan hal serupa sebelum para pelaku meninggalkan lokasi.Cemas, Adiba dan mertuanya meminjam sepeda motor tetangga untuk mengejar pelaku, namun kehilangan jejak. Ia kemudian mendatangi rumah salah satu pelaku, tetapi suaminya tidak ditemukan. Adiba meminta bantuan kepala dusun untuk mencari Reza.Sekitar dua jam kemudian, Adiba mendapat kabar suaminya dibawa ke RS Umum Pancur Batu. Sesampainya di rumah sakit, ia langsung menangis histeris ketika melihat kondisi Reza di ruang jenazah.“Di tangannya ada banyak sayatan. Wajahnya juga. Di kakinya ada luka bolong,” ujar Adiba dengan suara bergetar.Belakangan ia baru mengetahui Reza dituduh mencuri uang ibu dari salah satu pelaku. Namun, menurut Adiba, suaminya hingga meninggal tetap membantah tuduhan tersebut.Reza dikenal sebagai pekerja keras. Selama tiga tahun terakhir ia bekerja sebagai juru masak di Temu Tengah Universitas Sumatera Utara mulai pukul tujuh pagi sampai tujuh malam. Adiba sendiri bekerja sebagai juru masak di dapur MBG Namo Bintang.“Harapan ke depan, saya bisa menjalani hidup. Mengurus anak-anak. Untuk pelaku, dihukum seberat-beratnya. Berikan keadilan bagi saya dan anak-anak,” kata Adiba.Kapolsek Pancur Batu, Kompol Djanuarsa, membenarkan adanya dua korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, yakni Reza dan Jakup (17).“Ada dua orang yang meninggal dunia. Untuk lebih lanjut bisa ditanyakan ke Polrestabes karena ditangani di sana,” kata Djanuarsa.Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, menyebut sudah menerima laporan keluarga korban. Sejauh ini, enam terduga pelaku telah ditangkap.“Sedang kita tangani perkaranya. Ada enam orang yang ditangkap. Untuk sebabnya masih didalami,” ujar Bayu.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-12 03:36