Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak 4 RS, Komnas HAM: Polda Papua Harus Lakukan Penyelidikan

2026-01-15 10:32:37
Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak 4 RS, Komnas HAM: Polda Papua Harus Lakukan Penyelidikan
JAYAPURA, - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Republik Indonesia mendorong semua pihak melakukan tugasnya terkait kasus meninggalnya ibu hamil Irene Sokoy usai ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura.Salah satunya Kepolisian Daerah (Polda) Papua, untuk menyelidiki peristiwa meninggalnya Irene tersebut.Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM Papua, Saurlin. P Siagian mengatakan, Komnas HAM melihat pemerintah daerah sudah menyampaikan posisi yang sangat keras terkait peristiwa ini.Meskipun demikian, Saurlin menegaskan, pihaknya melihat kasus kematian Irene merupakan bagian dari pelanggaran HAM yang sangat serius sehingga penyelidikan harus dilakukan.“Semua pihak harus menjalankan tugasnya, termasuk Polda Papua harus melakukan penyelidikan terhadap peristiwa meninggalnya Irene Sokoy dan bayi dalam kandungan usai diduga ditolak oleh empat rumah sakit di Jayapura,” ujar Saurlin di Jayapura, Senin .Baca juga: Komnas HAM Investigasi Kematian Ibu Hamil Usai Ditolak 4 RS di PapuaMenurut Saurlin, Komnas HAM menganggap peristiwa meninggalnya Irene Sokoy dan bayi dalam kandungan seharusnya tidak boleh terjadi di Indonesia.“Kami Komnas HAM sudah melakukan pengumpulan data, media monitoring, meminta keterangan keluarga dan kita juga sudah bertemu dengan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan pihak rumah sakit dan kita minta keterangan juga dari BPJS Provinsi Papua,” katanya.“Kita ingin pastikan bahwa pra kejadian, saat kejadian, dan pasca kejadian, hak asasi manusia menjadi sesuatu yang sangat penting untuk diterapkan,” ujar Saurlin lagi.Dia menyatakan, Komnas HAM saat ini masih mendalami kasus meninggalnya Irene Sokoy dan bayi dalam kandungan, dan akan secepatnya memberikan rekomendasi kepada para pihak yang bertanggung jawab.“Kita sangat berduka atas peristiwa ini. Kita berharap kejadian serupa ke depan tidak terjadi lagi, tidak hanya di Papua tetapi di seluruh Indonesia,” kata Saurlin.Sebelumnya, kasus ini viral di media sosial (medsos) dan sejumlah media. Hal ini membuat Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri melakukan investigasi terhadap empat rumah sakit yang diduga menolak pasien Irene Sokoy.Hasil investigasi dari Kementerian Kesehatan sendiri telah diserahkan langsung oleh tim kepada Gubernur Papua, Matius Derek Fakiri, guna ditindaklanjuti untuk perbaikan empat rumah sakit yang ada di Jayapura, Papua.Baca juga: Kematian Ibu Hamil di Papua Usai Ditolak RS, Kemenkes Ungkap Hasil InvestigasiSebagaimana diberitakan, Irene Sokoy meninggal dunia pada Senin, 17 November 2025, pukul 05.00 WIT setelah melalui perjalanan panjang dan melelahkan dari RSUD Yowari, RS Dian Harapan, RSUD Abepura hingga RS Bhayangkara tanpa mendapatkan penanganan memadai.Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, yang juga mertua korban, mengungkapkan bahwa Irene mulai merasakan kontraksi pada Minggu, 16 November 2025, siang.Kemudian, Irene dibawa menggunakan speedboat menuju RSUD Yowari.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-15 10:20