“Gen Z Malas Baca?” Mitos–Fakta yang Terungkap dari Perpustakaan di Jakarta

2026-01-13 06:24:13
“Gen Z Malas Baca?” Mitos–Fakta yang Terungkap dari Perpustakaan di Jakarta
JAKARTA, - Seberapa sering kalian dengar atau baca statement terkait “Gen Z malas baca”? Agaknya kontradiktif ya dengan tren library hopping yang justru sedang marak di kalangan Gen Z.Library Hopping sendiri merujuk pada kegiatan mengunjungi beberapa perpustakaan yang sedang hits di sosial media, seperti TikTok dan Instagram.Jadi sebenarnya, Gen Z itu malas baca atau ini semua dikarenakan aksesibilitas dan layanan perpustakaan?Baca juga: Pengalaman Manis Mengunjungi Perpustakaan Freedom InstitutePernyataan ini tampaknya salah besar.Ujang Saripudin, staf Perpustakaan Freedom melihat bahwa Gen Z memiliki pola adaptif dalam membaca.“Gen Z tetap membaca, namun format bacaan mereka lebih beragam, termasuk e-book, artikel digital, dan media visual-informatif. Mereka justru memiliki pola literasi yang adaptif sesuai perkembangan teknologi," kata Ujang.Selain itu, Thian Wisnu, Pustakawan Ahli Pertama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, menjelaskan fakta yang terjadi di Perpustakaan Jakarta Cikini, terlebih sejak jam operasional diperpanjang sampai malam hari.Baca juga: Minat Baca Masyarakat Jakarta Tinggi, Rano Karno Klaim Kunjungan ke Perpustakaan TIM Melonjak“Terhitung sejak Mei, sekitar 54,39 persen dari total pengunjung itu Gen Z. Paling banyak pengunjung itu di akhir pekan, 3.200 orang/hari," ujar dia.Shafa (25), inisiator komunitas Baca Budaya Asia, menceritakan kegiatannya saat mengunjungi perpustakaan.“Biasanya saya akan menghabiskan waktu untuk membaca koleksi perpustakaan. Kadang, saya juga bawa buku sendiri dari rumah untuk dibaca di perpustakaan, untuk cari tempat tenang," kata Shafa.Baca juga: Pengunjung Senang Perpustakaan Blok M Banyak Koleksi, tapi Tempat Duduk MinimNyatanya, baik Perpustakaan Jakarta Cikini dan Perpustakaan Freedom senantiasa menampung masukan dan kritik dari para pengunjung, baik terkait kurangnya ruang baca dan jam operasional yang terbatas pada weekday.“Pengunjung bisa menyampaikan keluhan atau masukan melalui aplikasi JAKI atau bisa DM Instagram dan WhatsApp pada office hour. Biasanya keluhan seputar fasilitas, AC ga dingin, loker selalu habis, ruang baca kurang," kata Thian."Terkait ruang baca, insya Allah Desember nanti, ruang multimedia yang ada di lantai 6 akan dipindah ke lantai 7 yang nantinya juga akan ada fasilitas VR sebagai variasi layanan. Jadi lantai 6 bisa jadi ruang baca baru.” imbuh dia.Baca juga: Perpustakaan Cikini dan PDS HB Jassin Uji Coba Jam Operasional hingga Pukul 22.00Senada, Ujang juga menyebut perpustakaan menerima masukan, kritik, dan saran pengunjung, saat ini dalam bentuk komunikasi langsung dengan petugas layanan."Saat ini kami sedang mempertimbangkan beberapa pengembangan, termasuk peningkatan fasilitas ruang baca, menambah kecepatan fasilitas WiFi, serta penyesuaian jam operasional sesuai kebutuhan pengguna," ujar Ujang.


(prf/ega)