14 Negara Ramai-ramai Kutuk Perluasan Pemukiman Israel di Tepi Barat...

2026-02-05 13:23:58
14 Negara Ramai-ramai Kutuk Perluasan Pemukiman Israel di Tepi Barat...
- Sebanyak 14 negara ramai-ramai mengutuk Israel atas pembangunan pemukiman baru Yahudi di Tepi Barat.Pernyataan bersama itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Perancis dalam sebuah pernyataan, Rabu ."Kami, negara Belgia, Kanada, Denmark, Perancis, Jerman, Italia, Islandia, Irlandia, Jepang, Malta, Belanda, Norwegia, Spanyol, dan Inggris mengutuk persetujuan kabinet keamanan Israel atas 19 pemukiman baru di Tepi Barat yang diduduki," demikian bunyi pernyataan itu, dikutip dari AFP."Kami menegaskan kembali penentangan kami yang jelas terhadap segala bentuk aneksasi dan perluasan kebijakan pemukiman," tambah pernyataan itu.Baca juga: Melihat Suka Cita Perayaan Natal di Palestina Setelah Dua Tahun Absen...Dalam pernyataan itu, 14 negara tersebut menekankan bahwa tindakan sepihak Israel melanggar hukum internasional.Keputusan itu juga berisiko merusak gencatan senjata yang rapuh di Gaza, ketika para mediator mendorong implementasi fase kedua gencatan senjata.Mereka mendesak Israel untuk membatalkan keputusan ini dan perluasan pemukiman.Negara-negara itu juga menegaskan kembali komitmen teguh mereka terhadap perdamaian yang komprehensif, adil, dan abadi berdasarkan solusi dua negara."Di mana dua negara demokratis, Israel dan Palestina, hidup berdampingan dalam damai dan keamanan," tegas mereka.Baca juga: Meski Gencatan Senjata, Israel Tetap Ogah Keluar dari GazaSebelumnya, Menteri Keuangan Israel dari sayap kanan, Bezalel Smotrich pada Minggu mengumumkan bahwa pihak berwenang telah menyetujui pembangunan pemukiman tersebut.Menurutnya, langkah itu bertujuan untuk mencegah pembentukan negara Palestina.Israel menduduki Tepi Barat setelah Perang 1967.Hingga kini, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di Tepi Barat, bersama dengan sekitar tiga juta penduduk Palestina.Awal bulan ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat telah mencapai tingkat tertinggi setidaknya sejak tahun 2017.Padahal, tindakan itu ilegal menurut hukum internasional.Baca juga: Tak Puas dengan Gaji dan Pesangon, Ratusan Tentara Israel Resign


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-05 11:44