- Meski Pemerintah Indonesia menyatakan belum membuka pintu bantuan internasional untuk penanganan bencana banjir Sumatera dan Aceh, sejumlah negara tetap menyatakan kesiapan menolong.Dukungan itu disampaikan sebagai bentuk solidaritas atas banjir dan longsor besar yang menelan banyak korban jiwa dan melumpuhkan banyak wilayah di Indonesia tersebut.Sejumlah mitra internasional, termasuk lembaga-lembaga global, menyatakan bahwa mereka siap memberikan pasokan darurat maupun bantuan teknis kapan pun dibutuhkan.Baca juga: Sederet Fakta Bupati Aceh Selatan Mirwan MS Berangkat Umroh Saat Wilayahnya BanjirSementara itu, Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa situasi masih dapat diatasi dengan kemampuan nasional, meski tetap menghargai niat baik dari negara sahabat."Untuk bantuan sementara ini belum ya (membuka peluang asing). Meskipun kami juga mewakili Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan terima kasih karena banyak sekali atensi dari negara-negara sahabat," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di Lanud Halim Perdanakusuma, dikutip dari Kompas.com , Rabu .Lalu, negara dan lembaga internasional mana saja yang siap membantu korban banjir Aceh dan Sumatera?Baca juga: Krisis Air Bersih dan Dikepung Sampah, Korban Banjir Sumatera Terancam PenyakitERLANGGA BREGAS PRAKOSO Foto udara menampilkan tumpukan kayu-kayu memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat . Usai sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan pohon dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/app/foc.Tawaran bantuan untuk penanganan banjir Sumatera tak hanya datang dari negara tetangga Indonesia. Sejumlah pihak lain juga menyatakan kesiapan untuk menolong/Dilaporkan dari Seasia.co , Malaysia menjadi negara pertama yang menyalurkan bantuan internasional ke Aceh setelah banjir dan longsor besar melanda wilayah tersebut, meskipun Negeri Jiran itu sendiri juga ikut terdampak Siklon Senyar.Bantuan berupa 2 ton pasokan medis, tim dokter, hingga personel penyelamat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda pada 29 November 2025.Paket senilai sekitar satu juta ringgit itu (sekitar Rp 4 miliar) mencakup obat-obatan, peralatan darurat, serta dukungan tenaga medis untuk membantu fasilitas kesehatan yang diperlukan.Pengiriman ini dikoordinasikan oleh Gomez Medical Services dan Blue Sky Rescue Malaysia, menandai misi medis internasional pertama yang masuk ke Aceh.Kehadiran bantuan tersebut memberi sokongan cepat di tengah meningkatnya kebutuhan medis dan proses evakuasi, sekaligus menjadi wujud solidaritas yang kuat dari negara tetangga.Baca juga: Pakar UGM Ungkap Penyebab Banjir Sumatera, dari Dosa Ekologis hingga Anomali SiklonDalam pengumuman resminya, Starlink perusahaan internet satelit milik Elon Musk dari Amerika Serikat menyatakan akan memberikan akses layanan gratis bagi masyarakat yang terdampak banjir besar di Indonesia, termasuk juga Sri Lanka akibat Siklon Ditwah.Fasilitas ini berlaku hingga akhir Desember 2025 untuk pelanggan baru maupun yang sudah berlangganan.
(prf/ega)
5 Negara dan Lembaga Asing yang Siap Bantu Banjir Sumatera
2026-01-12 10:56:49
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 10:57
| 2026-01-12 10:44
| 2026-01-12 10:40
| 2026-01-12 09:33
| 2026-01-12 09:29










































