BNPB: Layanan RSUD di Provinsi Aceh Mulai Beroperasi Kembali Usai Banjir

2026-01-12 14:11:41
BNPB: Layanan RSUD di Provinsi Aceh Mulai Beroperasi Kembali Usai Banjir
JAKARTA, - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa layanan kesehatan RSUD di 18 kabupaten/kota di Aceh sudah mulai beroperasi usai diterjang banjir bandang dan tanah longsor."Mengenai layanan kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di 18 kabupaten/kota terdampak di Provinsi Aceh sudah mulai beroperasi kembali," kata Abdul saat konferensi pers secara virtual, Senin.Baca juga: Mendagri Serukan Percepatan Pembersihan Sisa Banjir dan Pembangunan Hunian Tetap di Aceh TamiangMeskipun masih bersifat layanan dasar, upaya pembersihan dan pemenuhan bahan medis habis pakai serta penggantian alat kesehatan terus dikejar untuk dipenuhi di Aceh Tamiang.Di sisi lain, evakuasi medis menggunakan helikopter terus dioptimalkan bagi pasien yang membutuhkan layanan lanjutan.Hingga hari ke-25 ini, tercatat sekitar 25 hingga 30 pasien telah dievakuasi ke pusat pemerintahan provinsi.Baca juga: Wamenkes Sebut 62 RS di Aceh Sudah Kembali Beroperasi Usai BencanaDukungan logistik kesehatan seperti tabung gas, oksigen konsentrator, serta alat pelindung diri juga terus dipasok untuk memastikan operasional rumah sakit dan puskesmas tetap berjalan.Saat ini akses jalan dari Nagan Raya menuju Aceh Tengah juga sudah bisa dilewati oleh kendaraan roda empat, yang sebelumnya hanya terbatas untuk roda dua."Di sektor infrastruktur, perbaikan jembatan di Kuala Simpang, Nagan Raya, dan Aceh Utara terus berjalan beriringan dengan normalisasi sungai serta revitalisasi saluran air primer," kata Abdul.Baca juga: Aceh Tamiang Butuh Ribuan Relawan untuk Bersihkan Lumpur di Fasum dan Rumah WargaJalur tersebut sangat penting sebagai rute alternatif selain jalur lintas Timur dan Barat yang merupakan urat nadi transportasi di Aceh."Target dari Kementerian PUPR adalah menyelesaikan perbaikan lima jembatan di jalur Timur pada sekitar tanggal 30 Desember mendatang," ucapnya.Untuk dukungan logistik nasional, total bantuan yang telah diberangkatkan dari Halim mencapai 1.297 ton, dengan 1.252 ton di antaranya sudah terdistribusi dan menyisakan sekitar 40 ton sebagai stok penyangga.Di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, distribusi melalui jalur darat sudah berfungsi optimal sehingga pengiriman bantuan menjadi lebih efektif.Sedangkan untuk wilayah Aceh, distribusi dilakukan secara berjenjang menggunakan helikopter dan pesawat kargo dari pangkalan udara menjatuhkan bantuan ke posko kabupaten/kota."Bagi warga di daerah terpencil seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah yang akses daratnya masih sulit, personel TNI dan Polri mengirimkan koordinat titik pengungsian setiap hari agar bantuan dapat dijatuhkan langsung melalui jalur udara secara rutin," jelasnya.Sementara kebutuhan air bersih di Aceh Tamiang saat ini didukung oleh mobil tangki dan hidran umum di titik-titik pengungsian.


(prf/ega)