Bantah Terlibat Pengusiran Nenek Elina di Surabaya, Ormas Madas Nonaktifkan Satu Anggota

2026-01-16 17:33:53
Bantah Terlibat Pengusiran Nenek Elina di Surabaya, Ormas Madas Nonaktifkan Satu Anggota
SURABAYA, - Kejadian memilukan menimpa nenek 80 tahun asal Surabaya, Elina Wijayanti yang diusir dan rumahnya dibongkar secara paksa oleh sekelompok orang.Mulanya, pihak keluarga menduga sekelompok orang tersebut berasal dari organisasi masyarakat (ormas) Madura Asli (Madas).Namun, Ketua Umum DPP MADAS Sedarah, Moh Taufik membantah dan menekankan bahwa sekelompok roang tersebut bukanlah anggota mereka.Ia menyebut empat dari lima orang dalam video tersebut bukanlah dari ormas Madas.Baca juga: Usai Diusir dan Rumah Dibongkar Paksa, Nenek Elina Tinggal di Kos, Biaya Hidup Ditanggung KeluargaSedangkan, satu orang lainnya bernama Muhammad Yasin baru gabung menjadi keanggotaan pada Oktober 2025.“Yang Pak Wakil Walikota Surabaya memframing, ada tulisan Madas, itu bohong besar. Itu yang kami sesali,” tegasnya saat dihubungi Kompas.com, Sabtu .“Pak Yasin itu baru gabung Oktober, yang lainnya kami tidak kenal, silahkan dicek KTA-nya (Kartu Tanda Anggota), identitasnya dicek,” imbuhnya.Ia menegaskan bahwa Yasin, salah seorang anggota telah dinonaktifkan sebagai bentuk pertanggung jawaban sejak 24 Desember 2025.Baca juga: Nenek Elina Diperiksa Polda Jatim, Mengaku Diangkat 4 Orang Saat Diusir dari Rumah“Kita sudah menonaktif dan langsung malam itu diperiksa oleh Mahkamah Kehormatan Etik Madas, organisasi kami, itu langsung ditindak dan dinonaktifkan,” terangnya.Pihaknya juga bersedia mengikuti segala proses hukum apabila diperlukan.“Siap kooperatif aja, kapan pun dipanggil, siapa aja, apa yang menjadi masalah,” sebutnya.Selain itu, ke depannya Madas juga akan selalu melakukan evaluasi bulanan bagi seluruh pengurus sebagai antisipasi agar perkara seperti itu tidak berulang.“Itu sudah ada evaluasi, kemarin terakhir dua minggu yang lalu, kita setiap bulan juga ada pertemuan setiap DPD, DPC ada evaluasi,” ujarnya.Baca juga: Kantornya Digrebek Imbas Pengusiran Nenek Elina, Ormas Madas: Serahkan ke Proses Hukum, Jangan TerprovokasiPihaknya juga akan memberikan edukasi terkait hukum pidana, perdata, hingga Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) untuk setiap anggota.“Kita juga akan mengadakan pembelajaran bagis etiap anggota tentang hukum pidana, perdata, KUHP mula tanggal 2 Januari 2026 nanti,” pungkasnya.Ia berharap proses penegakkan hukum secara adil dapat dilakukan antara kedua belah pihak.“Silakan lakukan upaya-upaya hukum, tetapi dengan sesuai dengan hukum dan berkeadilan,” tuturnya.“Jangan sampai framing ini, Polda Jawa Timur dalam hal ini melakukan proses penyelidikan maupun pengidikan itu merasa tertekan, tidak boleh begitu,” lanjutnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 17:11