1.136 Ton Material Tercemar Radiasi di Cikande, 1 Rumah Belum Didekontaminasi

2026-01-12 14:54:23
1.136 Ton Material Tercemar Radiasi di Cikande, 1 Rumah Belum Didekontaminasi
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkap sebanyak 1.136 ton material terkontaminasi radiasi cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang. Hanif mengatakan, saat ini, masih terdapat satu rumah yang belum bisa didekontaminasi.Hal itu disampaikan Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Hanif mengatakan 1.136 ton material terkontaminasi itu masih disimpan di storage darurat milik PT PMT."Sampai hari ini material yang terkontaminasi yang tersimpan di storage PT PMT sejumlah 1.136 ton. Memang kondisinya memang sangat darurat, sehingga ke depan diperlukan perencanaan detail, oleh Bapeten maupun BRIN dalam rangka melakukan penanganan material yang terkontaminasi, yang hari ini kita tempatkan di gudang PMT atas dasar bahwa material ini berasal dari PT PMT," kata Hanif.Hanif mengatakan pelaksanaan dekontaminasi pada 12 titik saat ini telah selesai. Namun terdapat satu titik yang masih dalam kajian lantaran diduga sumber radioaktif berada di bawah fondasi bangunan."Pelaksanaan dekontaminasi pada 12 titik telah selesai. Namun ada satu titik yang kemudian masih kita dalami, karena kemungkinan bahan radionuklir ini berada di bawah fondasi bangunan, sehingga kami masih memerlukan kajian lebih lanjut," ujarnya."Kalau memang diperlukan, sepertinya kita mau tidak mau mengganti ruang tersebut untuk kita robohkan, kalau memang cesiumnya berada di fondasi bangunan yang tidak bisa kita lakukan dekontaminasi," sambungnya.Hanif mengatakan penghuni rumah di lokasi tersebut telah direlokasi sementara. Hal itu sambil menunggu hasil kajian BRIN dan Bapeten."Jadi masih ada satu rumah yang tadi kami sebutkan yang hari ini belum penanganan lebih lanjut, dan kita untuk sementara penghuni rumah direlokasi setempat, sambil kita mendapat penjelasan dari Bapeten maupun BRIN terkait dengan posisi radionuklir yang masih berada di posisi tersebut," ujarnya.Hanif mengatakan, sejak insiden terdeteksi, pemerintah melakukan pemantauan seluruh kendaraan yang keluar masuk kawasan Cikande melalui radiation portal monitoring (RPM). Dari 1,071 juta kendaraan yang terpantau, 48 kendaraan terdeteksi terkontaminasi pada hari-hari awal kejadian."Langsung kita lakukan dekontaminasi, ini terjadi pada awal-awal hari pada saat kejadian, kemudian telah tidak muncul lagi kejadian sejak 2-3 minggu kejadian ini yang kemudian kita lakukan," ujarnya.Dia mengatakan, material yang terkontaminasi memiliki masa aktif lebih dari 60 tahun. Sebab itu, kata dia, Indonesia perlu segera menyiapkan interim storage permanen."Kemudian tahun-tahun berikutnya, kita mesti harus menyusun segera penyimpanan interim storage permanen untuk menangani materi tercemar sejumlah 1.136 ton itu yang sifatnya sangat panjang masa aktifnya, yang melebihi 60 tahun, sehingga diperlukan tempat penyimpanan yang memadai untuk itu," paparnya."Untuk itu, pada kesempatan ini, kami memohon dukungan Komisi XII untuk memanggil dan koordinasi dengan BRIN dan Bapeten, untuk segera menyampaikan usulan penyimpanan material terkontaminasi cesium-137," imbuh dia.Lebih lanjut, Hanif mengatakan Bareskrim Polri telah menetapkan PT PMT sebagai tersangka dalam kasus kontaminasi radioaktif cesium-137 (Cs-137) di Cikande. Dia mengatakan saat ini pengusutan masih berjalan."Di dalam kasus ini, Bareskrim telah menetapkan PT PMT sebagai tersangka dari kejadian cesium-137, dan hari ini prosesnya sedang berjalan," ujar Hanif.Simak juga Video: KLH Dalami Penyebab Sumber Cengkeh yang Terkontaminasi Cesium 137[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-12 15:20