Diundang Prabowo ke Indonesia, Putin: Saya Akan Datang

2026-02-04 17:50:04
Diundang Prabowo ke Indonesia, Putin: Saya Akan Datang
JAKARTA, - Presiden RI Prabowo Subianto mengajak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk berkunjung ke Indonesia.Hal tersebut disampaikan Prabowo saat bertemu Putin di Moskow, Rusia, Rabu ."Dan juga kesempatan ini saya juga ingin mengundang Yang Mulia (Presiden Putin) untuk ke Indonesia," ujar Prabowo.Prabowo menyatakan dirinya tidak masalah jika Putin baru datang ke Indonesia pada 2026 atau 2027.Yang pasti, Prabowo berharap Putin bisa berkunjung ke Indonesia.Baca juga: Bertemu Prabowo, Putin Sampaikan Duka Cita atas Banjir Sumatera"Pada kesempatan yang beliau miliki, apakah tahun 2026 atau 2027, tidak ada masalah. Kami berharap beliau akan berkunjung ke Indonesia," tuturnya.Prabowo berseloroh, Putin jangan hanya mengunjungi India saja, tetapi juga harus berkunjung ke Indonesia."Jangan ke India saja. Kami sangat berharap sekali beliau datang," ucap Prabowo.Mendengar ajakan Prabowo tersebut, Putin menyatakan bersedia mengunjungi Indonesia.Meski begitu, Putin tidak menjelaskan kapan ia akan mendatangi Indonesia."Terima kasih, saya akan datang," imbuh Putin.Baca juga: Prabowo Dukung Pemberdayaan Dana Umat, Menag: Kita Bangkitkan Raksasa yang TidurPada kesempatan itu, Putin juga menyampaikan ucapan duka cita atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.Ucapan duka itu disampaikan Putin kepada Prabowo.“Saya mau menyampaikan kata-kata belasungkawa terkait dengan banjir yang menimpa Indonesia dan menimpa bangsa Indonesia,” ujar Putin.Mendengar ucapan belasungkawa dari Putin, Prabowo pun berterima kasih."Tapi saya terima kasih beliau ucapkan belasungkawa terhadap korban banjir," ucap Prabowo.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 15:29