Indonesia Berpotensi Kerahkan Airbus A400M untuk Misi Pasukan Perdamaian di Gaza

2026-01-15 17:51:54
Indonesia Berpotensi Kerahkan Airbus A400M untuk Misi Pasukan Perdamaian di Gaza
JAKARTA, - Pesawat angkut berat Airbus A400M milik TNI Angkatan Udara (AU) berpotensi dikerahkan untuk memperkuat alat sistem senjata (alutsista) dalam operasi pasukan perdamaian di Gaza.“Jadi, masalah pesawat tadi, kemungkinan besar bisa saja kita (kirim),” kata Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Muda Palito Sitorus, di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis .Namun, Palito mengatakan, Airbus A400M masih dalam proses uji coba setelah alutsista itu tiba di Tanah Air, pada Senin .“Kita masih di apa namanya, garansi ya. Jadi, kan kita masih uji coba dan lain sebagainya,” ucap dia.Baca juga: TNI AU Siapkan 3.650 Prajurit untuk Pasukan Perdamaian Gaza Hanya saja, jika Airbus A400M sudah melewati proses tahapan, Palito meyakini pesawat angkut tersebut turut dikirim dalam operasi kemanusiaan ini.Presiden Prabowo Subianto juga pernah menyampaikan bahwa ia akan memfungsikan pesawat angkut Airbus A400M untuk mengevakuasi korban luka akibat bencana, termasuk warga Gaza.Menurut dia, pesawat tersebut akan mampu difungsikan dalam misi kemanusiaan, di luar fungsi lain yang diperlukan negara.Hal ini dikatakannya usai menyerahkan pesawat Airbus A400M kepada TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin ."Saya kira ini sangat mampu (dilibatkan dalam misi kemanusiaan Gaza seperti drop off makanan dan bantuan logistik), tapi ini saya kira lebih nanti berpengaruh atau lebih berperan dalam evakuasi yang luka-luka, yang perlu operasi, dan sebagainya," kata Prabowo, pasca penyerahan dan peninjauan pesawat, Senin.Oleh karenanya, ia meminta satuan TNI untuk menambah batalion-batalion kesehatan, sekaligus membuat modul operasi ambulans udara.Baca juga: Jenderal Bintang Tiga hingga 20.000 Prajurit Disiapkan untuk Pasukan Perdamaian ke GazaNantinya, kata Prabowo, batalion tersebut tidak hanya dikerahkan untuk bencana nasional, namun juga bencana yang dialami negara lain.Diberitakan sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan Markas Besar (Mabes) TNI mulai membuka rencana pengiriman 20.000 prajurit sebagai pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.Sebab, Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui rancangan pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai mekanisme keamanan dan pemerintahan di Gaza dengan pengerahan pasukan internasional, meski pengirimannya hanya menunggu titah dari Presiden Prabowo Subianto.Saat ini, proses seleksi prajurit dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, masih terus berjalan, termasuk penentuan calon pemimpin misi kemanusiaan tersebut.Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengumumkan bahwa pasukan perdamaian Gaza bakal dipimpin oleh perwira tinggi (pati) TNI berpangkat bintang tiga.Baca juga: Target 33 Satuan Radar hingga 2029, TNI AU: Penempatannya Tidak Sembarang“Kemudian rencana nanti dipimpin oleh jenderal bintang tiga,” ujar Agus usai menghadiri rapat secara tertutup bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Komisi II DPR RI, Selasa .Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, ada beberapa nama jenderal bintang tiga yang disiapkan untuk memimpin pasukan perdamaian.Meski begitu, ia tidak mengungkap siapa sosok jenderal bintang tiga yang ditunjuk untuk mengomandoi pasukan perdamaian.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 16:07