Bantuan Asing Terus Berdatangan ke Aceh Meski Pemerintah Indonesia Belum Buka Akses

2026-01-11 22:42:51
Bantuan Asing Terus Berdatangan ke Aceh Meski Pemerintah Indonesia Belum Buka Akses
BANDA ACEH, - Bantuan luar negeri terus berdatangan ke Aceh di tengah kondisi Pemerintah Indonesia belum membuka akses bantuan dari dunia internasional. Hingga kini banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat di tanah rencong.Banyak korban masih bertahan di pengungsian akibat kehilangan rumah dan tertimbun lumpur.Baca juga: Aceh Minta Bantuan PBB, Anggota DPR: Kerja Sama Internasional Harus Koordinasi PusatHanya berselang beberapa hari pasca bencana banjir dan longsor, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) langsung menerima bantuan berupa obat-obatan dari kerabat (kenalannya) asal Malaysia.Bantuan dari luar negeri itu pertama sekali diterima pada Sabtu . Bantuan tersebut berupa obat-obatan yang kemudian langsung disalurkan kepada korban terdampak parah di Aceh Utara.Tidak lama setelah itu, Pemerintah Aceh kembali mendapatkan bantuan tenaga relawan tim pendeteksi mayat berasal dari China.Baca juga: Kala Korban Bencana Aceh Minta Bantuan ke Dunia Internasional...Mereka diterima langsung oleh Mualem di Pendopo Gubernur Aceh pada Sabtu .Mereka didatangkan China untuk mendeteksi mayat korban banjir bandang di Aceh yang tertimbun lumpur.Mereka berjumlah lima orang dan dilengkapi perangkat khusus. “Mereka punya alat mendeteksi mayat dalam lumpur. Ini sangat membantu,” kata Mualem.Setiba di Aceh, tim pendeteksi ini langsung diarahkan ke wilayah terdampak parah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.Baca juga: Gubernur Aceh Mualem Kembali Terima Bantuan dari Luar NegeriNamun setelah berlangsung selama sepekan di Aceh, tim pendeteksi mayat asal China itu kesulitan mencari korban bencana lantaran terhalang banyaknya tumpukan kayu.Tim pendeteksi mayat tersebut bukan atas nama pemerintahan negara setempat, tetapi mereka seperti Lemanga Swadaya Masyarakat (LSM)."Tidak maksimal karena medan masih digenangi oleh kayu-kayu. Mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat," kata Mualem saat diwawancarai awak media, Rabu malam di Pendopo Gubernur Aceh.Selanjutnya pada 11 Desember 2025, Mualem kembali menerima bantuan asal negeri Jiran berupa obat-obatan sebanyak 3 ton ditambah sekitar 8 orang tenaga kesehatan.Baca juga: Kemenkes Pastikan Stok Obat di RS Aceh, Sumut, dan Sumbar Aman PascabencanaBantuan ini berasal dari Blu Sky Rescue Malaysia. Kedatangan tim mereka kala itu langsung dijemput oleh Mualem di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.


(prf/ega)