Detik-detik Tabrakan Beruntun Trailer di Jakut Berujung Sopir Bajaj Terjepit

2026-01-14 11:50:02
Detik-detik Tabrakan Beruntun Trailer di Jakut Berujung Sopir Bajaj Terjepit
Empat kendaraan terlibat kecelakaan beruntun di Jalan Akses Marunda, tepatnya di turunan jembatan dekat Rusun Cilincing arah Barat, Jakarta Utara. Seorang sopir bajaj terjepit hingga terluka dalam insiden kecelakaan tersebut.Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan peristiwa terjadi pada Senin (29/12) sekitar pukul 17.30 WIB. Kecelakaan melibatkan dua unit truk trailer, satu unit truk wing box, dan satu unit kendaraan Bajaj.Ojo menjelaskan, mulanya truk trailer dengan nomor polisi B-9182-JIN yang dikemudikan oleh Cahyono (34) melaju dari arah Timur menuju Barat. Saat berada di turunan jembatan Rusun Cilincing, truk tersebut menabrak kendaraan Bajaj yang dikemudikan oleh Panji Kuswara (52) yang berada di depannya."Bajaj terdorong ke depan menabrak kendaraan trailer B-9611-UIY yang dikemudikan oleh Tohani, terdorong ke depan menabrak kendaraan wing boks B-9304-JEU pengemudi Guntur," kata Ojo dalam keterangannya, Selasa (30/12/2025)Pengemudi Bajaj, Panji Kuswara, menjadi korban dalam kecelakaan ini. Warga Rusunawa Marunda tersebut dilaporkan sempat terjepit di dalam kabin kendaraannya yang ringsek."Korban mengalami luka sobek pada bagian pelipis mata kiri, luka sobek di pipi kiri, serta lecet pada kaki kiri. Saat ini korban sudah dievakuasi dan menjalani perawatan medis di RSUD Koja," ujarnya.Selain itu, kecelakaan mengakibatkan kendaraan Bajaj rusak berat pada bagian depan, sementara tiga truk lainnya mengalami kerusakan berupa penyok dan baret pada bagian bemper serta bodi depan.Ojo menyebut pihak kepolisian sudah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya unit kendaraan Bajaj, truk trailer, serta STNK dari kendaraan yang terlibat kecelakaan.Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh Unit Laka Lantas wilayah Jakarta Utara. Polisi mengimbau agar pengendara selalu meningkatkan kewaspadaan saat berlalu lintas di jalan raya.Simak juga Video: 9 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Arah Jakarta[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 11:02