Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan Gelar Aksi di Depan Gedung MK, Berjalan Aman dan Tertib

2026-01-11 03:58:54
Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan Gelar Aksi di Depan Gedung MK, Berjalan Aman dan Tertib
Jakarta - Sejumlah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, pada Kamis . Aksi digelar untuk meminta Hakim Konstitusi Arsul Sani untuk segera mundur dari jabatannya.Tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk desakan moral dan etika publik, menyusul dugaan penggunaan ijazah doktor hukum ilegal yang disebut diperoleh dari Universitas Collegium Humanum, Warsaw Management University, Polandia, pada tahun 2023."Kami hadir di Mahkamah Konstitusi untuk menyatakan sikap agar Arsul Sani mundur dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban moral seorang pejabat publik," ujar Koordinator Lapangan aksi Edi dalam pernyataan tertulis, Kamis .AdvertisementDalam pernyataan resminya, aliansi tersebut menyoroti bahwa Collegium Humanum–Warsaw Management University kini tengah diselidiki oleh lembaga antikorupsi Polandia (Central Anti-Corruption Bureau/CAB), yang menemukan adanya praktik jual beli ijazah palsu di universitas tersebut."Beberapa pimpinan dan pejabat universitas dilaporkan telah ditangkap, termasuk pro-rektor, dalam kasus yang disebut sebagai skema kriminal terorganisir," terang Edi.Menurut dia, Aliansi Masyarakat Pemantau Keadilan menilai, dugaan penggunaan ijazah dari institusi yang bermasalah itu mencederai integritas Mahkamah Konstitusi dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan konstitusional tertinggi di Indonesia."Praktik penggunaan ijazah ilegal atau palsu sangat tidak dibenarkan secara hukum. Ini juga bisa termasuk tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat, serta sejumlah pasal dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 dan UU ITE," ucap Edi membacakan pernyataan sikap. 


(prf/ega)