UMKM Pintar Dorong Literasi Keuangan Perempuan di Era Digital

2026-01-13 09:47:55
UMKM Pintar Dorong Literasi Keuangan Perempuan di Era Digital
JAKARTA, – Literasi keuangan menjadi kunci penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Menyikapi hal ini, SeaBank Indonesia bekerja sama dengan Women’s World Banking (WWB) meluncurkan platform digital UMKM Pintar, yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha, literasi keuangan, serta ketahanan finansial pelaku UMKM, khususnya perempuan.Peluncuran platform tersebut dilakukan di Jakarta, Kamis , dengan dihadiri Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana; Deputi Menteri Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih.Serta, Kepala Departemen Ekonomi Inklusi Keuangan Hijau Bank Indonesia, Anastuty K.; Kepala Direktorat Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan, Roni Ukurta Barus; Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia, Junedy Liu; dan Direktur Regional Asia Tenggara Women’s World Banking, Angelique Timmer.Baca juga: Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Ajaib Sekuritas Berpartisipasi di Future Skills for UniversityTemmy Satya Permana menekankan pentingnya UMKM bagi perekonomian nasional. Menurut dia, jumlah UMKM pada 2025 mencapai 65,5 juta unit, menyumbang 61,9 persen terhadap pertumbuhan ekonomi, dan menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja. Namun, sebagian besar UMKM masih menghadapi kendala seperti riwayat kredit dan agunan."Pembiayaan hanya efektif bila UMKM memiliki literasi keuangan yang baik. Platform UMKM Pintar hadir untuk meningkatkan kapasitas UMKM melalui literasi digital dan keuangan yang lebih terstruktur,” ujarnya, melalui keterangannya, dikutip Jumat .Deputi Menteri Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih, menambahkan, perempuan, termasuk ibu bekerja, menjadi tulang punggung ekonomi."UMKM Pintar memberi akses pembelajaran digital dan ruang bagi perempuan untuk tumbuh, berdaya, serta berkontribusi lebih besar bagi perekonomian bangsa dengan tetap merasa aman,” katanya.Junedy Liu menyoroti tantangan yang dihadapi UMKM di era digital, seperti tingginya informalitas usaha, pencatatan keuangan yang kurang rapi, dan pemisahan uang pribadi dengan usaha.“Kondisi ini membatasi akses mereka terhadap pembiayaan. SeaBank mendukung UMKM Pintar untuk memberikan literasi keuangan yang mudah, praktis, dan relevan bagi UMKM mikro-kecil, khususnya perempuan, agar dapat membangun usaha yang berkelanjutan dan ketahanan finansial di era digital,” jelas Junedy.Baca juga: Literasi Keuangan Tumbuh, OJK dan Bank Mandiri Bergerak BersamaAngelique Timmer menekankan peran inklusi keuangan dalam pemberdayaan ekonomi perempuan.“Riset WWB pada 2023 menunjukkan hanya 44 persen wirausaha perempuan di e-commerce Indonesia yang berhasil mempertahankan usahanya hingga 3–5 tahun. Akses ke modal, edukasi, pendampingan, dan kesempatan belajar sama pentingnya dalam memperkuat ketahanan usaha mereka. Melalui UMKM Pintar, perempuan dapat mengakses modal dan pengetahuan,” katanya.Melalui platform ini, pelaku UMKM perempuan dapat mengakses modul interaktif tentang pengelolaan keuangan, strategi digitalisasi usaha, dan pemanfaatan layanan keuangan formal. Semua materi disusun dengan pendekatan berbasis gender dan disesuaikan konteks lokal, sehingga perempuan bisa mengelola dan menumbuhkan usahanya secara berkelanjutan, kapanpun dan dimanapun.Peluncuran UMKM Pintar dihadiri ratusan pelaku UMKM perempuan secara luring dan daring dari berbagai sektor. Para pelaku dapat mengakses platform melalui www.umkmpintar.id.Baca juga: Perkuat Peran Perempuan Lewat Koperasi, Wahid Foundation Hadirkan Maitra


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-13 09:50