- Tangis Purwoko (49) pecah di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Tugu Semarang. Di tengah perawatan dokter, pria asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, itu tak kuasa menahan duka setelah sang istri meninggal dunia dalam kecelakaan bus PO Cahaya Trans di Simpang Susun Krapyak, Jalan Tol Dalam Kota Semarang, Senin dini hari.“Yang jelek saya malah yang diambil (meninggal) istri saya,” ujar Purwoko dengan suara bergetar, sembari menangis di ruang IGD RS Tugu Semarang.Dua orang kerabat tampak berusaha menenangkan Purwoko. Salah seorang di antaranya bahkan menempelkan kepala ke kepala Purwoko agar emosinya mereda.Purwoko dan istrinya menumpang bus PO Cahaya Trans setelah mengunjungi orang tuanya di Bogor. Kedua orang tuanya baru saja keluar dari rumah sakit dalam kondisi sakit.“Saya habis dari Bogor jenguk orang tua. Mereka baru keluar dari rumah sakit, bapak stroke, ibu paru-paru,” kata Purwoko kepada Tribun.Baca juga: Mengenal PO Bus Cahaya Trans yang Alami Kecelakaan Maut di Exit Tol KrapyakKesaksian lain disampaikan Sutiadi Sarwono (67), salah satu korban selamat kecelakaan bus Cahaya Trans. Ia mengaku hanya bisa tertegun sesaat setelah bus mengalami kecelakaan tunggal tersebut.“Saya hanya bisa tertegun saat bus guling,” ujar Sutiadi di ruang IGD RS Tugu Semarang.Ia mengingat betul detik-detik kecelakaan karena saat itu dirinya sama sekali tidak tertidur.“Kebiasaan kalau perjalanan saya tidak pernah tidur,” ucapnya.Sutiadi mengaku cukup mengenal jalur Simpang Susun Krapyak karena kerap melintasinya untuk menjenguk anak dan cucu di Bogor. Bahkan, ia rutin bolak-balik Boyolali–Bogor.“Saya dua minggu di Boyolali dan dua minggu di Bogor untuk bantu anak. Jadi sangat mengenal jalan itu,” kata dia.Berbeda dari biasanya yang duduk di tengah atau belakang bus, kali ini Sutiadi menempati kursi paling depan dengan nomor 1A, dekat pintu masuk.“Biasanya saya di tengah atau belakang, tapi ini paling depan,” ucapnya.Baca juga: Bus PO Cahaya Trans Tetap Beroperasi Usai Kecelakaan Maut di Tol Krapyak yang Tewaskan 16 OrangDari posisi tersebut, Sutiadi menilai ada kejanggalan sebelum kecelakaan terjadiMenurut dia, bus justru melaju semakin kencang saat memasuki jalur menurun dan berbelok di Simpang Susun Krapyak.
(prf/ega)
Detik-detik Kecelakaan di Tol Krapyak, Saksi Ungkap Suasana Hening Setelah Bus Cahaya Trans Terbalik
2026-01-12 04:31:56
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:27
| 2026-01-12 03:50
| 2026-01-12 03:43
| 2026-01-12 02:50










































