Trump Buka Lowongan Kerja, Tawarkan Gaji hingga Rp 3,4 M Per Tahun

2026-01-13 07:11:15
Trump Buka Lowongan Kerja, Tawarkan Gaji hingga Rp 3,4 M Per Tahun
WASHINGTON DC, – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka rekrutmen besar-besaran untuk posisi hakim deportasi.Langkah ini muncul setelah puluhan hakim imigrasi dipecat atau dipaksa mundur selama sepuluh bulan pertama masa jabatannya.Upaya ini juga menandai ambisi pemerintahan Trump untuk melaksanakan program deportasi terbesar dalam sejarah AS.Baca juga: Gagal Akhiri Perang Ukraina, Trump Sebut Para Pemimpin Eropa LemahDepartemen Kehakiman AS (DOJ) pada Selasa mengunggah iklan lowongan kerja tersebut di media sosial.Dalam unggahan yang dibagikan DOJ tertulis, “Pemerintahan sebelumnya meninggalkan kita dengan krisis imigrasi. Bantu Presiden Trump menyelesaikannya! Jadilah Hakim Deportasi hari ini.”Departemen Kehakiman, yang mengawasi sistem pengadilan imigrasi nasional, memberikan tautan berisi deskripsi posisi—baik untuk penugasan langsung maupun jarak jauh.Situs tersebut menyebutkan bahwa hakim deportasi akan “membuat keputusan dengan konsekuensi lintas generasi.”Mereka juga bertugas memastikan “hanya pendatang dengan klaim hukum yang layak yang diizinkan tetap tinggal” serta mencegah mereka “yang mencoba mengeksploitasi celah sistem imigrasi untuk berhasil.”Terdapat lowongan di 70 lokasi di AS, dengan rentang gaji 159.951 hingga 207.500 dollar AS (sekitar Rp 2,6 miliar hingga Rp 3,4 miliar) per tahun.Ini bukan pertama kalinya pemerintah mempromosikan rekrutmen serupa.Pada akhir November, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem juga mengunggah pesan serupa, “Jika Anda seorang profesional hukum, Pemerintahan Trump memanggil ANDA untuk bergabung dengan @TheJusticeDept sebagai Hakim Deportasi demi memulihkan integritas dan kehormatan sistem Pengadilan Imigrasi negara kita.”Hakim imigrasi memegang peran penting dalam memproses jutaan migran yang memasuki jalur hukum, termasuk pencari suaka yang harus membuktikan kebutuhan perlindungan mereka.Namun dalam setahun terakhir, pengadilan diserbu jumlah klaim suaka yang melonjak akibat peningkatan penyeberangan perbatasan pada masa Presiden Joe Biden.Pemerintahan Trump telah memangkas jumlah hakim yang relatif kecil itu, dengan sekitar 100 hakim dipecat atau dipaksa keluar sejak Januari, menurut laporan The Independent.Pada 1 Desember, sedikitnya delapan hakim imigrasi di New York City diberhentikan, sementara lima hakim lain di San Francisco dipecat tanpa penjelasan pada bulan sebelumnya. Banyak lainnya mengundurkan diri atau pensiun.


(prf/ega)