Viral Video Kakek Sakit Diangkut Ekskavator dari Kampung Terisolasi di Bandung Barat

2026-01-12 03:48:53
Viral Video Kakek Sakit Diangkut Ekskavator dari Kampung Terisolasi di Bandung Barat
BANDUNG BARAT, - Video seorang kakek sakit yang diangkut menggunakan ekskavator menuju fasilitas kesehatan viral di media sosial.Peristiwa tersebut terjadi lantaran akses jalan di kampung tempat tinggal korban sedang dalam tahap pembukaan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.Berdasarkan penelusuran , peristiwa itu dialami Anung Asmarawijaya (80), warga Kampung Cibangkonol, RT 03 RW 04, Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu siang.Dalam video yang beredar, Anung tampak dipeluk anak perempuannya di dalam bucket ekskavator sambil menahan sakit saat dibawa melewati jalur berbatu.Baca juga: Akses Ambulans Terputus di Bandung Barat, Pasien Ditandu Lebih dari 1 KmKepala Seksi Pemerintahan Desa Jati, Iyep Saripudin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan Anung terpaksa diangkut menggunakan alat berat karena kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui kendaraan."Betul itu warga kami yang diangkut pakai alat berat. Kejadiannya kemarin Sabtu siang. Beliau sakit lambung dan mau pergi ke klinik," ujar Iyep saat dikonfirmasi, Senin .Iyep menjelaskan jalur yang dilalui ekskavator bukan jalan rusak, melainkan akses baru yang tengah dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa jalan dan jembatan penghubung Desa Jati dengan Desa Girimukti."Jadi itu bukan jalan rusak, tapi sedang ada pembukaan jalan baru dan pembuatan jembatan penghubung desa Jati menuju Girimukti. Supaya pertolongan cepat, jadi warga inisiatif pakai alat berat," kata Iyep.Menurut Iyep, langkah cepat warga justru menyelamatkan nyawa Anung. Setelah mendapat penanganan tenaga kesehatan, kondisi lansia tersebut berangsur membaik."Memang Pak Anung ini sudah tua, jadi sering sakit-sakitan. Alhamdulillah sekarang kondisinya mulai membaik," sebut Iyep.Hal senada disampaikan Ketua RW 04 Kampung Cibangkonol, Bubun. Ia menegaskan pengangkutan warga sakit menggunakan ekskavator bukan disebabkan jalan rusak, melainkan karena akses menuju rumah Anung berupa jalan setapak yang terputus hingga ke perairan Waduk Saguling."Jadi itu bukan jalan rusak, tapi justru sedang ada pembukaan akses untuk pembuatan jembatan apung di atas Waduk Saguling. Rumah abah itu ada di ujung, dan jalannya cuma jalan setapak karena akses mati ke sungai," jelas Bubun.Bubun menuturkan saat kejadian ekskavator sedang berada di lokasi proyek pembukaan jalan. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak memungkinkan melintas di jalur tersebut."Kebetulan ekskavatornya ada di bawah. Waktu itu mau saya bawa ke rumah sakit, abah menolak. Akhirnya kita naikkan ke ekskavator terus dibawa ke bidan. Kalau pakai kendaraan enggak memungkinkan," ujarnya."Untuk jarak abah dibawa pakai ekskavator itu sekitar 350 meteran, sesuai dengan proyek pembuatan jalan," kata Bubun.


(prf/ega)