Polisi di Jalan Kemanusiaan, Pelita Bagi Anak-Anak Indonesia

2026-01-13 10:13:56
Polisi di Jalan Kemanusiaan, Pelita Bagi Anak-Anak Indonesia
Jakarta - Di lantai dua bangunan sederhana bercat hijau, suara Ipda Yunus Labba mengalun pelan memimpin doa. Puluhan anak duduk bersila di depannya, tangan terlipat rapi, mata tertutup dalam kekhusyukan. Malam 28 Desember 2025 itu, suasana di Panti Asuhan Generasi Pengubah terasa hangat dan tenang.Usai doa, mereka bergeser ke ruang makan. Yunus duduk di antara anak-anak, membaur tanpa sekat. Suara piring beradu dengan senda gurau kecil yang memecah sunyi di Jalan HR Koroh KM 8, Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).Malam belum usai. Setelah makan, Yunus dan anak-anak berkumpul kembali. Kali ini untuk belajar bersama. Di bawah cahaya lampu seadanya, satu jam terakhir sebelum tidur diisi dengan buku.AdvertisementSudah delapan tahun Yunus menjadi sosok ayah sekaligus pengayom di Panti Asuhan Generasi Pengubah. Tapi perjalanannya merawat anak-anak dalam kesulitan dimulai jauh sebelum bangunan dua lantai itu berdiri kokoh. Semua berawal tahun 2006. Setelah menikahi Marselina Wunda Laba, Yunus menemukan tujuh anak hidup dalam kemiskinan yang memilukan. Mereka tak punya tempat tinggal layak, apalagi akses pendidikan. Hatinya tergerak. Bersama istrinya, Yunus mengajak mereka tinggal bersama, menyekolahkan, dan merawat layaknya anak sendiri.Delapan tahun kemudian, jumlah anak asuh bertambah menjadi 24 orang. Sebagai seorang polisi berpangkat Brigadir Polisi, Yunus kala itu tahu penghasilannya tak akan cukup. Namun menyerah bukan pilihan. Dia memutar otak untuk mencari penghasilan tambahan. Di luar jam dinas, dia menjadi chief security di Lippo Plaza Kupang.Hari-hari Yunus nyaris tanpa jeda. Pagi bertugas sebagai polisi, malam menjaga keamanan mal, dan pulang sebagai ayah dari puluhan anak yang menanti di rumah. Namun, meski sudah bekerja siang malam, pemasukan tetap belum mencukupi. Beban ekonomi makin berat. Yunus pun mulai menceritakan kondisinya kepada rekan-rekannya. "Teman-teman bilang, ‘Bro, kalau tidak bikin wadah sosial, nanti kamu akan setengah mati. Kalau ada wadah dapat bantuan pemerintah dan swasta',” kenangnya sambil tersenyum saat berbincang dengan Minggu .Dari titik itulah Yunus semakin mantap melangkah. Pada akhir 2016, dia mengajukan permohonan pendirian panti asuhan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Butuh waktu satu tahun hingga permohonan itu akhirnya disetujui. Sejak panti asuhan resmi berdiri, jumlah anak asuh yang dirawat Yunus terus bertambah tanpa henti. Hingga tahun 2025, jumlah mereka telah mencapai 121 anak. Sekitar 40 persen dari mereka adalah anak yatim piatu, sementara sisanya terdiri dari anak-anak yatim, piatu, terlantar, dan keluarga kurang mampu.  


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-13 07:57