- Deretan bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor kembali menyelimuti wilayah Tapanuli dan sekitarnya. Hujan deras yang mengguyur selama lima hari berturut-turut menyebabkan bencana di sejumlah titik di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Kota Sibolga, hingga Tapanuli Selatan.Tak hanya merusak rumah warga, satu keluarga di Sitahuis dilaporkan tewas tertimbun longsor.Peristiwa banjir bandang Tapteng, longsor Tapanuli, dan tingginya curah hujan yang berlangsung sejak pertengahan November membuat situasi darurat melanda kawasan pesisir barat Sumatera Utara tersebut.Baca juga: Banjir Bandang Tapanuli Tengah: Kepala Puskesmas Bingung karena Jenazah Korban MenumpukDi Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Tapteng, banjir bandang terjadi pada Selasa .Air berwarna coklat pekat bercampur material kayu meluncur deras dari arah pegunungan dan langsung menerjang permukiman warga.Video amatir yang beredar di Facebook menunjukkan aliran deras banjir bandang Hutanabolon hampir menutup rumah-rumah warga.Seorang pria berbaju hijau tampak berdiri di lantai dua rumahnya, menyaksikan derasnya arus yang membawa kayu-kayu besar yang kemudian tersangkut hingga hampir menutupi bagian lantai dua bangunan.Kondisi banjir yang terjadi mendadak membuat warga panik.Baca juga: 11 Titik Longsor di Tapanuli Utara akibat Cuaca Ekstrem Selama Tiga HariDi Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Tapteng, longsor terjadi pada waktu dini hari, masih pada Selasa . Hujan deras yang terus turun menyebabkan tebing di belakang sebuah rumah warga runtuh dan menimbun bangunan tersebut.Kepala Desa Mardame, Master Gultom, menjadi orang pertama yang mencurigai adanya korban. Ia mendapati bagian belakang rumah sudah tertutup material longsor. Menurut Master, pintu rumah terkunci sehingga ia bersama warga mendobraknya untuk memastikan kondisi di dalam.“Saya curiga terus lihat belakang rumah, sudah ada longsor. Ibu dan tiga anaknya ditemukan sudah meninggal dunia tertimbun longsor,” ujar Master Gultom.Bhabinkamtibmas setempat, Aipda Rindu Hutabarat, tiba tak lama setelah laporan diterima dan langsung memimpin proses evakuasi warga bersama masyarakat. Total empat korban ditemukan tewas tertimbun di salah satu kamar.Baca juga: 6 Jasad Korban Banjir Bandang Tapanuli Selatan Belum Dikebumikan, Akses Tertutup dan Cuaca BurukKorban merupakan satu keluarga, masing-masing:1. Dewi Hutabarat (33) – Ibu Rumah Tangga2. Tio Arta Rouli Lumbantobing (7) – Pelajar SD
(prf/ega)
Duka di Tapanuli, Banjir Bandang hingga Longsor Tewaskan Satu Keluarga, Ratusan Warga Mengungsi
2026-01-11 23:23:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:33
| 2026-01-11 23:04
| 2026-01-11 21:38










































