Polisi Ungkap Penyebab CCTV Mati saat Peristiwa yang Menewaskan Iko Mahasiswa Unnes

2026-01-15 07:20:56
Polisi Ungkap Penyebab CCTV Mati saat Peristiwa yang Menewaskan Iko Mahasiswa Unnes
SEMARANG, - Polda Jawa Tengah buka suara soal CCTV Gedung Borobudur mati saat peristiwa yang menyebabkan Iko Juliant Junior, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) meninggal dunia.Seperti diketahui, salah satu CCTV di gedung tersebut mengarah ke Jalan Veteran. Sehingga bisa mengungkap peristiwa yang menyebabkan Iko meninggal pada Minggu, (31/8/ 2025) dini hari.Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengatakan bahwa CCTV tersebut rusak karena sedang ada renovasi gedung."Jadi CCTV yang kita miliki itu pada saat kejadian itu sedang mengalami kerusakan karena akibat perbaikan Gedung Borobudur yang ada di belakang polda," kata Artanto, Rabu .Baca juga: Keluarga Iko Juliant Junior Tempuh Jalur Hukum, Akan Laporkan Dugaan Pidana Kematian Janggal Mahasiswa UnnesKarenanya, jaringan CCTV terputus dan tidak melakukan perekaman saat peristiwa nahas tersebut."Akhirnya kita langsung melakukan perbaikan untuk menyalakan kembali," ucap dia.Namun, Artanto meminta publik tak usah khawatir karena masih ada CCTV dari gedung lain yang merekam peristiwa yang menyebabkan Iko meninggal."Penasihat hukum (korban) sudah (melihat isi CCTV)," ungkap Artanto.Sebelumnya, Kuasa hukum korban dari Bantuan Hukum (PBH) IKA FH Unnes, Naufal Sebastian, mengaku kecewa mendengar kabar CCTV rusak saat kejadian."Ya tentu saja mencurigakan," kata Naufal.Baca juga: Keluarga Iko Desak Polisi Buka Rekaman CCTV untuk Buktikan Klaim KecelakaanBerdasarkan hasil gelar perkara dengan Polrestabes Semarang, CCTV di gedung tersebut rusak setelah dilakukan renovasi."Kami menegaskan soal bukti yang dimiliki penyidik lantas dan menegaskan soal keberadaan cctv polda. Jawabannya CCTV rusak sejak Gedung Borobudur direnovasi," ungkapnya.Hasil penelusurannya bersama tim advokasi, ada sekitar 6 tiang CCTV dan 12 CCTV di gedung tersebut."Masak rusak semua," tanya Naufal.Kami sudah melakukan konfirmasi soal kebenaran CCTV yang rusak tersebut kepada Polda Jawa Tengah. Namun, hingga berita ini ditayangkan belum ada jawaban.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 06:10