SEA Games Plus 2028 Berpeluang Diikuti Negara Non-Asteng, Kabar Buruk untuk Timnas?

2026-02-02 07:46:37
SEA Games Plus 2028 Berpeluang Diikuti Negara Non-Asteng, Kabar Buruk untuk Timnas?
- Timnas U22 Indonesia berpotensi menghadapi persaingan berbeda pada SEA Games Plus 2028.Komite Olimpiade Indonesia menyampaikan bahwa Indonesia jadi salah satu yang menginisiasi ajang multicabang SEA Games Plus 2026.SEA Games Plus 2028 menawarkan format baru dan membuka pintu partisipasi negara di luar Asia Tenggara (Asteng).Selama ini, SEA Games diikuti 11 negara kawasan Asia Tenggara dan digelar dua tahun sekali. Mulai edisi 2028, cakupan peserta direncanakan lebih luas.Ketua KOI, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memberi ruang lebih besar bagi cabang olahraga Olimpiade."Lewat SEA Plus kita ukur prestasi dengan lebih banyak negara, ini jadi ukuran baru dan lebih menantang," ucap Okto dikutip oleh BolaSport dari TVRI."Kita semua tahu, hampir semua tuan rumah ingin juara umum, akibatnya cabang-cabang lokal diperbanyak.""Ini tidak sehat untuk pembinaan jangka panjang," katanya.Menurut Okto, negara dari Asia Tengah, Asia Selatan, hingga Oseania berpeluang ikut serta.Edisi perdana SEA Games Plus dijadwalkan berlangsung di Filipina pada 2028.Baca juga: Hasil Piala AFF Futsal U16 2025: Timnas Indonesia Lumat Brunei DarussalamPerluasan peserta berimbas pada cabang sepak bola, salah satu nomor Olimpiade di SEA Games.Dengan kehadiran negara non-Asteng, jumlah lawan bagi Timnas U22 Indonesia bakal bertambah.Kondisi ini muncul setelah hasil Timnas U22 Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand. Pada ajang tersebut, skuad asuhan Indra Sjafri tersingkir di fase grup.ANTARA FOTO/NAY Pesepak bola Timnas U22 Indonesia Mauro Zijlstra (tengah) menendang bola ke arah gawang yang dijaga penjaga gawang Timnas Myanmar Hein Htet Soe (kanan) pada pertandingan babak penyisihan Grup C Sepak Bola SEA Games 2025 di The 700th Anniversary of Chiang Mai Stadium, Chiang Mai, Thailand, Jumat . Meski menang 3-1 dalam pertandingan tersebut, tetapi Indonesia gagal lolos ke babak semi final karena tidak berhasil meraih posisi sebagai runner up terbaik di fase grup. ANTARA FOTO/NAY/sth/foc.Catatan itu menjadi salah satu hasil terendah sejak edisi 2007 dan 2009. Usai turnamen, Indra Sjafri dilepas dari jabatan pelatih kepala sekaligus direktur teknik.Dengan format SEA Games Plus 2028, peluang Indonesia di cabang sepak bola akan menghadapi tantangan baru.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-02 06:49