Kemenhub Siapkan 70 Bus Gratis untuk Mudik Natal dan Tahun Baru

2026-01-12 05:59:31
Kemenhub Siapkan 70 Bus Gratis untuk Mudik Natal dan Tahun Baru
JAKARTA, – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, Kementerian Perhubungan kembali menghadirkan program Mudik Gratis sebagai upaya mengurangi kepadatan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan perjalanan.Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengajak masyarakat segera mendaftar dan memanfaatkan fasilitas ini, mengingat kuota mudik gratis tahun ini mencapai 33.039 penumpang dan 5.628 sepeda motor yang dialokasikan melalui moda darat, kereta api, dan laut.“Pendaftaran sudah dibuka sejak 1 Desember 2025. Silakan manfaatkan fasilitas mudik gratis melalui pendaftaran di halaman website mudik.kemenhub.go.id. Kami harap kuotanya dapat diisi dengan maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Selasa .Baca juga: Modus Penipuan Mobil Bekas Terus Berulang, Konsumen Harus Lebih Teliti/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHON Sejumlah kendaraan melintasi KM 189 di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon Jawa Barat, pada Rabu (26/3/2025/ siang.Ia menegaskan bahwa program ini menjadi instrumen penting pemerintah untuk menghadirkan mudik yang selamat, aman, nyaman, dan terjangkau serta mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.Salah satu sorotan tahun ini adalah kesiapan 70 bus gratis yang akan melayani 10 rute dari Jakarta menuju berbagai kota di Jawa.Selain itu, terdapat layanan motor gratis dengan kereta api untuk 5.568 sepeda motor dan 12.720 penumpang, serta angkutan laut gratis bagi 17.239 penumpang yang tersebar di 55 rute.Baca juga: Perjalanan Neta di Indonesia: Dari 15 Diler Menjadi 2KEMENHUB Ilustrasi bus untuk mudik gratis akhir tahunRangkaian keberangkatan dan kepulangan telah disesuaikan dengan prediksi puncak pergerakan, yakni pada 24 Desember 2025 untuk arus mudik dan 2 Januari 2026 untuk arus balik.Kemenhub mencatat hasil positif dari Angkutan Nataru tahun sebelumnya, di mana terjadi 94,67 juta pergerakan masyarakat, 17,18 juta di antaranya menggunakan angkutan umum, serta penurunan angka kecelakaan hampir 14 persen.Dudy menegaskan bahwa peralihan dari kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, ke angkutan umum merupakan langkah penting untuk menekan risiko kecelakaan.“Kami ingin masyarakat dapat berkumpul dengan keluarga di kampung tanpa harus mengambil risiko di jalan dengan menggunakan sepeda motor,” ucap Dudy.


(prf/ega)