Harga Gabah Naik, Zulhas Klaim Tengkulak Kini Tak Bisa "Bermain"

2026-01-11 03:47:53
Harga Gabah Naik, Zulhas Klaim Tengkulak Kini Tak Bisa
JAKARTA, - Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) menyebut, harga jual gabah petani saat ini meningkat dibanding tahun lalu setelah pemerintah menekan tengkulak. Penjelasan itu Zulhas sampaikan dalam sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di di Kios Cahaya Tani, Purwasari, Cikampek, Karawang, Jawa Barat. Zulhas menyebut, tahun lalu harga gabah Rp 5.500 hingga Rp 6.000 namun saat ini sudah mencapai Rp 7.000 per kilogram. “Tahun lalu Rp 5.500-Rp 6.000, tengkulak-tengkulak yang panen, betul enggak? Sekarang tengkulak-tengkulak kita suntik,” ujar Zulhas, Kamis . Baca juga: HET Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Purbaya: Anggaran Tetap, Ini Soal Efisiensi Menurutnya, kini tengkulak tidak lagi bisa membeli gabah dari petani karena pembelian dilakukan oleh Bulog. Saat itu, kata Zulhas, tengkulak merajalela dan membeli gabah dengan harga murah. Pemerintah lalu mengganti Direktur Utama Bulog dari militer dan meminta bantuan prajurit TNI turut mengontrol harga beli gabah. “Kerja sama, minta bantu Dandim-Dandim, kawal, Babinsa-Babinsa ngawal. Kalau ada yang beli di bawah Rp 6.500, tangkap. Nah, sekarang Rp 6.500 semua,” tutur Zulhas. Ia menyebut, pengendalian harga beli gabah dan kebijakan subsidi pupuk akan mendorong pendapatan petani meningkat.Baca juga: HET Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Ini Rincian Harganya Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menyebut, tingkat produksi beras Indonesia meningkat dari 30 juta ton menjadi 34,77 juta ton. “Pupuk turun, berarti penghematan, betul?” ujar Zulhas. Adapun pemerintah saat ini menurunkan harga pupuk urea dari Rp 2.250 menjadi Rp 1.800 per kilogram; NPK dari Rp 2.300 menjadi Rp 1.840 per kilogram; NPK kakao dari Rp 3.300 menjadi Rp 2.640 per kilogram. Lalu, ZA khusus tebu dari Rp 1.700 menjadi Rp 1.360 per kilogram; dan pupuk organik dari Rp 800 menjadi Rp 640 per kilogram.Baca juga: Sejarah Baru, Prabowo Turunkan HET Pupuk Bersubsidi 20 Persen Tanpa Tambah Beban APBN


(prf/ega)