Momen Haru Warga Tapteng Korban Banjir Video Call Keluarga Pertama Kali

2026-02-03 09:10:53
Momen Haru Warga Tapteng Korban Banjir Video Call Keluarga Pertama Kali
Sejumlah warga Tapanuli Tengah, Sumatera Utara menangis haru saat melakukan video call dengan keluarganya. Sebelumnya korban bencana alam di Tapteng tak bisa berkomunikasi dengan keluarga usai jaringan telekomunikasi terputus.Dilansir detikSumut, Senin (1/12/2025), salah satu video yang menunjukkan sejumlah masyarakat menangis haru karena bisa berkomunikasi dengan keluarganya, viral di media sosial. Berdasarkan video yang dilihat detikSumut, tampak seorang wanita berhijab berada di salah satu tenda.Di sekelilingnya ramai orang, ada petugas kepolisian dan TNI. Tepat di sebelahnya ada Kapolres Tapteng AKBP Wahyu Endrajaya.Sambil menggendong anaknya yang masih bayi, dia memegang handphone bervideo call dengan keluarganya. Tak hanya wanita berjilbab itu, beberapa warga lainnya yang berada di tenda yang juga tak kuasa menahan tangis saat bertelepon dengan keluarganya.Beberapa di antaranya tengah mengantre untuk bisa bergantian menghubungi keluarganya. Handphone yang digunakan para korban banjir itu merupakan hp pihak kepolisian yang memang sengaja diberikan agar para pengungsi bisa menghubungi keluarganya.Dalam unggahan Polres Tapteng di Instagram, kejadian di video viral itu terjadi di GOR Pandan, tempat pengungsian korban bencana, Jumat (28/11). Saat itu, Polres Tapteng membuka layanan hotline darurat starlink untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menghubungi keluarganya di tengah jaringan telekomunikasi yang terputus."Polres Tapanuli Tengah berikan layanan hotline darurat starlink kepada warga pengungsi bencana alam di Tapanuli Tengah, kegiatan digelar di GOR Pandan," demikian narasi unggahan ituSimak selengkapnya di sini.Tonton juga video "Banjir Bandang Sumatera Barat, Korban Meninggal Capai 132 Orang"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-03 09:16