Geger Duel King Kobra dan Sanca di Tasikmalaya hingga 'Dilerai' Damkar

2026-01-14 00:52:11
Geger Duel King Kobra dan Sanca di Tasikmalaya hingga 'Dilerai' Damkar
Warga Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) digegerkan dengan pertarungan antara king kobra dengan ular sanca. Dua ekor ular berukuran besar itu bergelut di area persawahan yang dekat dengan permukiman warga.Dilansir detikjabar, Selasa (30/12/2025), warga sekitar tak berani mendekati lokasi saat duel berlangsung. Mereka memilih menjauh karena khawatir akan keselamatan."Enggak ada yang berani mendekat, petani juga menjauh. Warga juga ketakutan. Ularnya di sawah lagi saling lilit," Kata Iskandar, warga sekitar.Petani yang pertama kali melihat kejadian itu segera melaporkan kepada aparat desa. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan bantuan kepada petugas Animal Rescue dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tasikmalaya.Sekitar 20 menit setelah laporan diterima, petugas damkar tiba di lokasi. Proses evakuasi pun berlangsung menegangkan karena kedua ular masih terlibat perkelahian."Kami laksanakan evakuasi king kobra, waktu ke sana lagi bergelut dengan ular sanca," Kata Komandan Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Aam kepada detikjabar, Senin (29/12/25)."Ular sanca agak kecil saya bantu pegangan ular sancanya. Nah kawan kami Iwan tangkap ular king kobranya. Ukurannya besar king kobra ini," Kata Aam.Simak selengkapnya di siniLihat juga Video: Momen Warga di Gorontalo Panik Ada Ular Kobra 2 Meter Masuk Rumah[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-14 00:12