Dirut Pertamina Pantau Langsung Distribusi BBM dan Elpiji di Aceh, Kebut Pemulihan Energi

2026-01-14 12:38:45
Dirut Pertamina Pantau Langsung Distribusi BBM dan Elpiji di Aceh, Kebut Pemulihan Energi
JAKARTA, - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri meninjau langsung ke sejumlah titik vital pemulihan layanan energi di Aceh pasca terjadi bencana longsor dan banjir. Simon melakukan tinjauan bersama Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto ke Fuel Terminal (FT) Krueng Raya dan Posko Terpadu Bencana Aceh di Lanud Sultan Iskandar Muda. Ia juga memantau tibanya truk tangki elpiji (skid tank) yang dikirimkan menggunakan kapal ke Pelabuhan Malahayati untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Pengiriman elpiji dilakukan dengan dua kapal yakni Kapal Aceh Hebat II membawa 6 skid tank dan Kapal Wira Loewisa yang juga membawa 6 skid tank."Untuk percepatan distribusi BBM dan elpiji kami selalu dalam koordinasi, khususnya dengan dukungan penuh Menteri ESDM. SPBU sudah sebagian besar diperbaiki dan kami maksimalkan beroperasi 24 jam untuk mengurai antrean yang sempat panjang," ujar Simon dalam keterangannya, Rabu .Baca juga: Pertamina Patra Niaga Beri Diskon Avtur 10 Persen Jelang Libur NataruSimon mengaku upaya pemulihan layanan energi yang dilakukan Pertamina tersebut telah dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto. Pertamin terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk proses distribusi energi, termasuk Kementerian ESDM, TNI dan Polri, pemerintah daerah (pemda), BNPB dan lembaga lainnya. Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto menambahkan, pemulihan layanan energi menjadi prioritas utama perusahan pascabencana di Sumatera. Menurutnya, meski menghadapi sejumlah tantangan dalam pendistribusian, namun berbagai langkah percepatan telah dilakukan untuk memastikan energi tetap bisa diakses oleh masyarakat."Kondisi di lapangan memang tidak mudah, beberapa wilayah masih terisolir, namun kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk terus membuka akses agar energi dapat menjangkau masyarakat," ujar Eko.Baca juga: Pertamina Kerahkan Mobile SPBU hingga Canting untuk Salurkan BBM di Wilayah Terdampak BencanaIa menuturkan, salah satu capaian penting dalam dua hari terakhir adalah kembalinya suplai BBM ke Gayo Lues, salah satu kabupaten di Aceh yang sebelumnya terisolasi akibat kerusakan akses jalan. "Pembukaan suplai ke Gayo Lues menjadi momentum penting dalam upaya pemulihan. Ini membuka jalan bagi percepatan distribusi ke daerah lain yang masih terkendala akses, seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah," jelasnya. Sementara itu, untuk SPBU yang terdampak banjir dan longsor kini mulai memasuki proses inspeksi teknis, pemulihan fasilitas, dan penataan kembali operasional. "Kami menargetkan satu hingga dua minggu ke depan seluruh SPBU dapat kembali melayani masyarakat secara penuh. Pemulihan dilakukan menyeluruh agar kualitas layanan dan keselamatan tetap terjaga," pungkas Eko.Baca juga: 48 Jam Menembus Longsor: Kisah AMT Pertamina Jaga Suplai BBM di Sumatera


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-01-14 12:12