- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono baru saja meraih gelar Doktor Ilmu Ekonomi dari IPB University.Ia mengikuti sidang terbuka promosi doktor di kampus yang berada di Bogor, Jawa Barat itu pada Senin .Hasilnya, Sudaryono meraih IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) sempurna 4,00. Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah pada 23 Januari 1985.Mas Dar, panggilan akrabnya, merupakan anak petani di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Grobogan.Baca juga: Kisah Nurul, Dulu Kuliah S1 Dapat IPK 2,97, Kini Jadi Guru Besar UGMSudaryono yang berstatus anak tunggal dari pasangan Yahyo dan Suwarni justru tak pernah dimanjakan. Ia justru mengaku diajari kedisipllinan, berdasarkan informasi di situs Sudaryono.id.Sebelum diangkat menjadi Wamentan pada 2024 Sudaryono bekerja di lingkup bisnis dan juga menyelami politik.Sudaryono mengenyam pendidikan sekolah menengah atas di SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah (2000-2003).Ia berhasil meraih predikat lulusan terbaik saat tamat pada tahun 2003. Kemudian Sudaryono melanjutkan studi S1 di National Defense Academy of Japan.Perkuliahan yang dimulai pada 2004 itu mengambil fokus pada teknik mesin sebagai ilmu inti dan bidang teknologi yang berperan penting dalam mengembangkan berbagai industri berteknologi tinggi.Jeda lama setelah lulus S1 pada 2009, Sudaryono baru melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 lagi tahun 2015.Ia menimba ilmu di Swiss German University, Tangerang. Gelar Master of Business Administration baru menjadi milik Sudaryono pada 2018.Pada 2020 Sudaryono mengambil studi S3 di IPB University pada bidang ilmu ekonomi.Sudaryono membuat disertasi berjudul “Evaluasi dan Strategi Optimisasi Kinerja BUMN Pasca Kebijakan Holdingisasi di Indonesia” yang mengkaji penguatan tata kelola dan kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) setelah kebijakan holdingisasi.Baca juga: Kisah Rizky, Kerja di Bank BUMN Sebelum Wisuda di IPB, Punya IPK 3,95Dok. IPB University Institut Pertanian BogorSidang promosi doktor tersebut dipromotori oleh Prof. Dedi Budiman Hakim, Prof. Adler Haymans Manurung, serta Dr. Zaenal Asikin.Adapun tim penguji terdiri atas Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, Prof. Rachmat Pambudy, Prof. Noer Azam Achsani, serta Dr. Linda Karlina Sari.Menurut Sudaryono, pendekatan non-promosional diperlukan dalam proses penyelamatan dan penguatan perusahaan-perusahaan BUMN yang bergabung pascakebijakan tersebut.“Setelah organisasi mengalami perubahan, aspek Key Strategic Performance Objective (KSPO) dan pengelolaan utang menjadi sangat krusial, sehingga penguatan organisasi dan sistem pengawasan kerja menjadi penting,” ujarnya saat sidang, dikutip dari Antara, Rabu .Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan internal antar-perseroan, khususnya pada faktor sosial, sumber daya manusia, teknologi informasi, dan pelaporan agar kinerja holding dapat berjalan efektif.Baca juga: Erik Lulus Doktor UNS dengan IPK 4,00 dalam 2 Tahun 2 Bulan Berkat Riset Kolaborasi Manusia dan RobotHasil dari penelitiannya menunjukkan kebijakan modifikasi super holding BUMN yang diputuskan pemerintah pada awal 2025 relevan untuk memperkuat kinerja dan tata kelola BUMN ke depan.
(prf/ega)
Riwayat Pendidikan Wamentan Sudaryono yang Lulus Doktor dengan IPK 4,00
2026-01-11 03:40:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 02:52
| 2026-01-11 02:15










































