JAKARTA, – Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA), Rio Octaviano, mengatakan Indonesia masih masuk dalam kelompok negara ASEAN dengan tingkat kematian lalu lintas yang tinggi.Posisinya berada satu level dengan Vietnam dan Kamboja.Baca juga: Berapa Biaya Servis Honda Vario 125 Street di AHASS?Polanya kurang lebih sama, yaitu sepeda motor menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan sekaligus menyumbang risiko terbesar. "Di kelompok ini, pengguna jalan rentan, terutama pengendara motor, menjadi korban paling banyak," ujar Rio kepada Kompas.com, akhir pekan lalu.Freepik/Kompas.com Ilustrasi kecelakaan motor. Pembalap nasional Ahwin Sanjaya tewas usai mengalami kecelakaan dalam kejuaraan balap motor Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 di Zabaq National Circuit, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, Minggu .Rio mengatakan, pengguna jalan rentan, khususnya pengendara motor, menjadi korban paling banyak dalam kecelakaan lalu lintas.Infrastruktur jalan pun masih banyak yang berorientasi pada kendaraan semata, bukan keselamatan.Trotoar yang layak, fasilitas penyeberangan aman, pengendalian kecepatan, serta perlindungan bagi pengguna sepeda motor belum merata penerapannya, terutama di luar kota-kota besar.Baca juga: Tips dari Ahli agar Aman Mengemudi di Jalan LicinRio mengatakan, kalau dibandingkan, Indonesia sebenarnya lebih siap secara regulasi dan kelembagaan dibanding Vietnam dan Kamboja. "Aturan ada, program ada, inisiatif juga banyak. Masalahnya, skala Indonesia jauh lebih besar, penduduk banyak, kendaraan banyak, mobilitas tinggi," kata Rio, yang juga aktif di asosiasi parkir. "Akibatnya, jumlah korban secara absolut tetap sangat besar, dan Indonesia menjadi salah satu penyumbang utama angka kematian lalu lintas di ASEAN," ujarnya.Pixabay Ilustrasi kecelakaan motor.Singkatnya, kata Rio, Indonesia bukan yang terburuk, tetapi juga belum bisa disebut aman. "Selama keselamatan sepeda motor belum jadi prioritas, infrastruktur belum ramah pengguna, dan penegakan hukum masih naik-turun, posisi Indonesia akan tetap berada di kelompok ini," katanya.Data yang diungkap Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Bakharuddin Muhammad Syah, pada 18 Juni 2025, sepanjang tahun 2024, jumlah kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai angka yang mengkhawatirkan.Data terbaru yang diungkap menunjukkan bahwa tahun lalu terdapat 205.783 kasus kecelakaan yang terjadi di berbagai wilayah, mengakibatkan hampir 27.000 korban meninggal dunia.Baca juga: Nissan GT-R Modifikasi Off-Road: Transformasi EkstremDari jumlah kecelakaan tersebut, sekitar tiap jam diperkirakan ada tiga korban meninggal dunia.KOMPAS.COM/DOK POLRESTA JAYAPURA KOTA Sebuah mobil Brio, saat menabrak dua sepeda motor dan menerobos menabrak Indomaret di wilayah Entrop, Distrik Jayaprua Selatan, Kota Jayapura, Papua. Sopir panik dan tabrak pedal gas, sehingga menabrak juga pengendara sepeda motor.
(prf/ega)
Kematian Lalu Lintas Tinggi di ASEAN: Indonesia di Peringkat Atas
2026-01-11 03:56:04
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:43
| 2026-01-11 03:22
| 2026-01-11 02:36










































