- Menjelang akhir Desember 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor.Peringatan ini dikeluarkan seiring dengan meningkatnya intensitas curah hujan yang diprakirakan terjadi pada periode akhir bulan, bertepatan dengan masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.Peringatan tersebut disampaikan Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo.Ia menjelaskan bahwa berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah Periode Dasarian III Desember 2025 yang dikeluarkan Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, seluruh wilayah Jawa Tengah saat ini telah memasuki musim hujan.Baca juga: Bibit Siklon Tropis 93S Berpotensi Jadi Siklon Malam Ini, BMKG Ungkap Wilayah yang Terdampak Gelombang TinggiTeguh menjelaskan, dari hasil pemantauan parameter global, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia, khususnya Jawa Tengah.Indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat berada pada kategori negatif dengan nilai minus 0,72. Sementara itu, indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral.Menurutnya, kombinasi IOD negatif dan ENSO netral berkontribusi terhadap peningkatan pembentukan awan hujan dan intensitas curah hujan di wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat potensi hujan lebat hingga sangat lebat meningkat, terutama pada periode Dasarian III Desember 2025.“Oleh karena itu, BBMKG Wilayah II mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk periode Dasarian III Desember 2025 atau tanggal 21–31 Desember 2025. Beberapa wilayah bahkan masuk dalam kategori Siaga,” kata Teguh dikutip dari Antara.Baca juga: BMKG Rilis Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 22-23 Desember 2025Berdasarkan data prakiraan BMKG, terdapat sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang masuk dalam status Siaga dengan potensi curah hujan berkisar antara 200–300 milimeter per dasarian. Wilayah tersebut meliputi:Baca juga: BMKG Rilis Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang 21–22 Desember 2025Selain itu, beberapa daerah lainnya berada dalam status Waspada dengan potensi curah hujan berkisar 150–200 milimeter per dasarian. Wilayah ini mencakup:BMKG mengingatkan bahwa wilayah dengan topografi perbukitan dan pegunungan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor, sementara daerah dataran rendah dan perkotaan rawan mengalami genangan hingga banjir.Baca juga: BMKG Rilis Wilayah Waspada Hujan Sangat Lebat 20-21 Desember 2025Selain curah hujan tinggi, BMKG juga mencatat potensi terjadinya banjir akibat air pasang laut atau rob di sejumlah wilayah pesisir Jawa Tengah. Fenomena ini diprakirakan terjadi pada periode 21–30 Desember 2025.Wilayah pesisir yang berpotensi terdampak rob antara lain Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, Jepara, Brebes, Tegal, dan Pemalang.Masyarakat di kawasan pesisir diimbau untuk mewaspadai genangan air laut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan transportasi.“Di saat yang sama, gelombang dengan kategori sedang, dengan tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter, berpotensi muncul di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga tanggal 24 Desember 2025,” ujar Teguh.Dengan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di penghujung tahun, kewaspadaan dan kesiapan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.Baca juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia Seminggu ke Depan
(prf/ega)
BMKG Ingatkan Ancaman Banjir dan Longsor di Jateng Akhir Desember 2025, Ini Daftar Wilayah Rawannya
2026-01-12 04:18:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:55
| 2026-01-12 03:15
| 2026-01-12 02:57










































