Adies Kadir Susul Sahroni cs Hadiri Sidang Putusan MKD DPR

2026-01-17 08:34:50
Adies Kadir Susul Sahroni cs Hadiri Sidang Putusan MKD DPR
Anggota DPR nonaktif Adies Kadir turut menghadiri sidang putusan MKD DPR hari ini. Kehadiran Adies menyusul empat anggota lainnya yang sudah hadir lebih dulu.Sidang digelar di ruang sidang MKD, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu . Adies tiba di ruang sidang sekitar pukul 12.02 WIB.Sementara itu, empat anggota nonaktif telah hadir lebih dulu, yakni Ahmad Sahroni, Surya Utama (Uya Kuya), Eko Hendro Purnomo (Eko Patrio), dan Nafa Urbach.Sidang dipimpin oleh ketua majelis sekaligus Ketua MKD Nazaruddin Dek Gam. Saat ini MKD masih membacakan pokok-pokok perkara dan keterangan para saksi dan ahli.Sebagai informasi, MKD menggelar sidang putusan terhadap lima anggota DPR nonaktif hari ini. Pengadu dalam perkara ini adalah Hotman Samosir sebagai pengadu I dan Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia I Wayan Dharmawan sebagai pengadu II.Sidang perdana terhadap lima anggota DPR nonaktif digelar MKD pada Senin . Kelimanya diduga melakukan pelanggaran etik karena berjoget saat sidang tahunan DPR hingga komentar menyinggung keadilan publik sebagai anggota DPR hingga berujung demo ricuh pada Agustus 2025.Lihat juga Video: Sahroni, Nafa Urbach, Hingga Uya Kuya Disidang MKD, Pakar Bicara Pendidikan Kader Partai[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-01-17 06:50