JAKARTA, — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mulai masuk lebih serius ke industri olahraga dengan meluncurkan Hipmi Running Club (HRC) sebagai Badan Semi Otonom baru. Langkah ini diproyeksikan membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperluas jejaring usaha lewat tren lari yang kian berkembang.Ketua Basnom HRC Darwanto Darwis mengatakan pembentukan HRC bukan sekadar membuat komunitas, melainkan membangun pintu masuk ke ekosistem sport-preneurship bagi anggota Hipmi.“Industri olahraga itu luar biasa besar. Basnom HRC membuka jalan pengusaha muda masuk ke sektor ini,” ujar Darwanto dalam rilisnya, Selasa .Sebagai program perdana, Hipmi menyiapkan “The 7th Series HRC” yang akan digelar di tujuh kota besar, yakni Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Medan, dan Makassar. Besarnya peminat olahraga lari di kota-kota tersebut menjadi dasar ekspansi awal.“Melihat antusiasme masyarakat di Jakarta luar biasa, maka program pertama dari Hipmi Running Club adalah The 7th Series HRC yang rencana akan dilaksanakan di 7 kota besar di Indonesia,” ujar Darwanto.Baca juga: Penipuan Digital Marak, HIPMI Dorong Pemerintah Sahkan Regulasi Keamanan SiberKetua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari menambahkan bahwa HRC merupakan bagian dari transformasi pola pikir di kalangan pengusaha muda. Ia menilai gaya hidup sehat perlu menjadi fondasi produktivitas.“Basnom HRC dibentuk untuk menanamkan budaya hidup sehat di kalangan pengusaha muda. Kita ingin anggota Hipmi bukan hanya sukses di bisnis, tapi juga sehat, kaya raya, dan bahagia—SKRB mindset. Pengusaha kuat lahir dari tubuh yang kuat,” ujarnya.Akbar juga menilai aktivitas lari dapat memperkuat jejaring usaha secara lebih alami.“Running membuat networking jauh lebih cair. Banyak kerja sama bisnis tercipta saat kita olahraga bersama, tanpa meja, tanpa formalitas,” katanya.Untuk memperkuat komunitas, HRC menyiapkan sejumlah kegiatan seperti weekly run, coaching clinic, hingga wellness talk. Program dirancang agar relevan bagi pengusaha muda yang menggabungkan produktivitas dengan gaya hidup sehat. HRC juga membuka kolaborasi dengan komunitas lari hingga brand olahraga nasional dan global.“Semakin banyak anak muda dari berbagai kalangan bergabung di Hipmi lewat minat sehat, semakin kuat ekosistem kita,” ujar Akbar.Baca juga: Tren Lari di Surabaya, dari Semangat Pelari hingga Dukungan untuk Ekonomi DigitalHipmi menegaskan bahwa HRC terbuka tidak hanya untuk anggota Hipmi, tetapi juga bagi masyarakat luas yang aktif dan memiliki minat di dunia lari.Darwanto menambahkan, pengembangan HRC akan memanfaatkan jaringan Hipmi yang memiliki 38 BPD dan 387 BPC di seluruh Indonesia. Sejumlah kolaborasi juga tengah dijajaki.“Kami sedang menjajaki kolaborasi dengan Menpora, PPK GBK, PPK Kemayoran, federasi lari, dan race organizer besar. Dan kami berkolaborasi dengan brand sports global seperti Erspo,” ujarnya.Hipmi berharap kehadiran HRC dapat mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga sekaligus membuka peluang usaha baru.“Sehat itu keharusan, dan kaya raya ditambah bahagia menjadi tujuan bagi teman-teman HRC. Sehatnya dapat, networking-nya dapat, peluang bisnisnya juga jalan,” tutupnya.Baca juga: 910 Nineten, Produsen Sepatu Lari Indonesia, Bakal Jajaki Pasar AS
(prf/ega)
Hipmi Bidik Peluang Ekonomi di Balik Tren Lari Anak Muda
2026-01-12 13:44:09
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 13:50
| 2026-01-12 13:46
| 2026-01-12 12:25
| 2026-01-12 12:15










































