BGN Bakal Tutup Permanen Dapur MBG Jika Terjadi Keracunan Berulang

2026-01-12 06:51:54
BGN Bakal Tutup Permanen Dapur MBG Jika Terjadi Keracunan Berulang
JAKARTA, - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang membenarkan bahwa BGN akan menutup permanen dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika terjadi keracunan berulang."Benar, sebetulnya sudah lama diumumkan sejak hampir sebulan lalu," ujar Nanik saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa ."Jadi apabila dapur (SPPG) yang sekarang ditutup karena terjadi keracunan, maka akan ditutup permanen bila terulang lagi," ucap dia melanjutkan.Baca juga: Bos BGN Ungkap Ada Konglomerat Rela Sulap Showroom Jadi Dapur MBGNanik menjelaskan, langkah ini diambil karena kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) menandakan tata kelola yang salah dari SPPG terkait."Kan sekarang dengan timbulnya keracunan ada tata kelola yang salah, kalau ngulang lagi berarti tata cara tidak dijalankan dengan benar lagi," tuturnya.Sementara itu, BGN telah menerima lebih dari 8.471 usulan lokasi SPPG dari berbagai lembaga dan organisasi di seluruh Indonesia.Baca juga: Soal Keracunan MBG Lembang, Nitrit Ditemukan di Pakcoy Tumis hingga Nasi"Seluruh data yang masuk akan diverifikasi secara ketat oleh tim teknis BGN untuk memastikan kelayakan lokasi, kapasitas, dan kesesuaian fasilitas dengan standar operasional," ucap Waka BGN Sony Sonjaua dalam keterangan pers yang diterima, Kamis .Sony menuturkan, proses verifikasi ini akan dilakukan berlapis untuk menjamin transparansi dan akurasi penetapan mitra SPPG."Dari pemetaan awal, terdapat sejumlah usulan di wilayah yang sebenarnya sudah terpenuhi kebutuhan SPPG-nya," kata Sony.Baca juga: Bukan karena Kualitas Air, Kadar Nitrit Jadi Penyebab Keracunan MBG di Lembang Sony mengatakan, penyaringan lokasi baru SPPG ini dilakukan agar sebaran layanan gizi lebih merata di tiap daerah."Setelah tahap verifikasi selesai, kami akan mengumumkan hasil penetapan resmi mitra SPPG," jelasnya.


(prf/ega)