Pedagang Pasar Kramat Jati Kecewa, Bantuan Pramono Tak Sampai ke Penyewa Lapak

2026-01-16 04:57:57
Pedagang Pasar Kramat Jati Kecewa, Bantuan Pramono Tak Sampai ke Penyewa Lapak
JAKARTA, – Hendra (45), pedagang pepaya di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengaku belum menerima bantuan setelah lapaknya terbakar pada Senin .Ia mengatakan bantuan Rp 5 juta yang diberikan Gubernur Jakarta Pramono Anung hanya untuk pemilik lapak, bukan penyewa."Untuk yang Rp 5 juta itu kan yang punya lapak. Kalau kita sewa ya enggak dapat," ucap Hendra di Pasar Induk Kramat Jati, Senin .Baca juga: Pedagang Keluhkan Lapak Sementara Pasar Induk Kramat Jati Terlalu SempitKerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, termasuk buah dagangan dan peralatan jualan."Ratusan juta adalah, hangus semua palet-palet. Orang aku aja muatannya yang 9 ton pepaya," ungkap Hendra.Hendra juga menyoroti kurangnya ganti rugi dari pihak toko plastik yang diduga memicu kebakaran."Jadi pihak yang (menyebabkan) kebakaran harusnya kan tanggung jawab. Karena dulu apa, teman aku aja yang kebakaran cuman satu (los) itu aja ganti. Tanggung jawab suruh ganti," jelasnya.Keluhan serupa datang dari Muin (53), pedagang pepaya lain. Ia menegaskan penyewa lapak paling merasakan kerugian, sementara pemilik lapak bisa memperbaiki kios melalui asuransi.Baca juga: Usai Pasar Kramat Jati Terbakar, Pedagang Masih Jualan di Lapak Bekas Kebakaran"Kalau yang Rp 5 juta kemarin itu ke pemilik bukan yang nyewa. Makanya itu salah sasaran sebetulnya. Harusnya tuh para korban yang," ujar Muin.Ia menambahkan, tidak semua pemilik kios berdagang sendiri di Pasar Induk Kramat Jati, sebagian hanya menyewakan lapaknya."Pemiliknya ya enggak tahu, yang penting di atas nama gitu kan. Misalkan kayak sampeyan nih punya lapak sepuluh, terus sampeyan kerjanya di mana-di mana," kata Muin.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-01-16 02:53