Tragis! Bayi 2 Tahun di Sulsel Tewas Dianiaya Pacar Ibu Pakai Balok

2026-02-01 11:36:51
Tragis! Bayi 2 Tahun di Sulsel Tewas Dianiaya Pacar Ibu Pakai Balok
Seorang bayi berusia 2 tahun di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas dianiaya. Pelaku merupakan pacar dari ibu kandung korbab inisial R (28)."Korban balita berusia 2 tahun lebih tewas diduga dianiaya menggunakan sapu dan balok kayu. Terduga pelaku merupakan pacar dari ibu korban sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani dilansir detikSulsel, Sabtu (22/11/2025).Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (20/11) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat kejadian korban tengah bersama dengan terduga pelaku karena ibu kandungnya pergi bekerja."Tidak lama setelah itu, ibu korban yang sedang bekerja menerima pesan dari terduga pelaku yang mengabarkan bahwa anaknya pingsan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Hikma Sejahtera Belopa," ujarnya.Ibu korban yang panik kemudian mendatangi rumah sakit dan mendapati anaknya telah meninggal dunia. Curiga dengan kematian anaknya yang tiba-tiba, ibu korban memutuskan mengadu ke polisi."Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku R mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban di rumah kontrakannya menggunakan gagang sapu ijuk dan balok kayu," tambahnya.Baca selengkapnya di sini


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Perubahan Anggaran Dasar dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN). Salah satu implikasi penting dari penyesuaian tersebut adalah perubahan nama perseroan, dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk menjadi PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.Sementara itu, pelimpahan kewenangan persetujuan RKAP 2026 dan RJPP 2026-2030 kepada Dewan Komisaris dijalankan dengan tetap mengedepankan mitigasi risiko serta prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan seluruh keputusan RUPSLB merupakan bagian dari konsolidasi tata kelola perseroan agar semakin adaptif terhadap regulasi dan tantangan bisnis ke depan.Baca juga: Dana Rp 2,5 Miliar Digelontorkan, PGN Percepat Bantuan Banjir Aceh–Sumut“Penyesuaian yang disetujui pemegang saham bertujuan memastikan keselarasan anggaran dasar Perseroan dengan ketentuan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat kejelasan peran, mekanisme pengambilan keputusan, dan akuntabilitas pengelolaan perusahaan secara berkelanjutan,” ujar Fajriyah.PGN menilai, langkah strategis yang diputuskan dalam RUPSLB ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menjaga kepastian regulasi, memperkokoh struktur tata kelola, serta memastikan keberlanjutan kinerja jangka panjang. Upaya tersebut sejalan dengan mandat PGN sebagai subholding gas di bawah PT Pertamina (Persero), khususnya dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.

| 2026-02-01 15:00