CILACAP, - Ahli geologi mengingatkan adanya retakan tapal kuda yang bisa memicu potensi longsor susulan di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Teknik Geologi dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwikorita Karnawati. Ia mengatakan, pada bagian atas tebing yang sebelumnya sudah longsor kini terdeteksi retakan tanah berbentuk tapal kuda.Pola retakan ini mengarah ke jalur longsoran yang sudah terjadi."Retakan tapal kuda adalah batas antara lereng yang masih stabil dan bagian yang mulai bergeser. Bila hujan turun dan air meresap ke dalam retakan tersebut, pergerakan tanah bisa makin cepat dan memicu longsor susulan," kata Dwikorita di Cilacap, Sabtu .Baca juga: Korban Hilang Longsor Cibeunying Diperkirakan Tertimbun hingga Kedalaman 8 MeterDwikorita menekankan bahwa kondisi ini sangat berbahaya, terutama karena saat ini masih berlangsung proses evakuasi dan pencarian korban yang tertimbun di area bawah tebing.Sebab, kestabilan lereng dapat berubah dalam hitungan menit ketika hujan mulai turun.Dwikorita meminta seluruh petugas, relawan, dan masyarakat untuk segera meningkatkan kewaspadaan.Ia menegaskan bahwa area longsor harus segera dijauhi begitu hujan mulai turun, bahkan jika hanya berupa hujan rintik, karena air yang masuk ke celah retakan dapat mempercepat pergerakan tanah.Seluruh aktivitas di bawah lereng yang sudah menunjukkan retakan tapal kuda diminta untuk dihentikan demi mencegah risiko tertimpa longsor susulan.Baca juga: BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca, Dukung Pencarian 17 Korban Longsor Cibeunying CilacapSelain itu, kata dia, warga diminta menjaga jarak aman dengan mengambil posisi berada di area datar setidaknya dua kali tinggi tebing dari titik retakan, agar tetap berada di luar zona kemungkinan luncuran massa tanah."Situasi ini kritis. Air hujan adalah pemicu utama longsor susulan. Bila retakan tapal kuda sudah muncul, artinya lereng sedang dalam kondisi tidak stabil dan bisa bergerak sewaktu-waktu," ujar Dwikorita.Baca juga: Update Pencarian Korban Hilang Longsor Cibeunying Cilacap, Pasutri dan Anak Ditemukan MeninggalDwikorita mengingatkan bahwa pemantauan visual terhadap retakan dan kondisi lereng harus dilakukan secara terus-menerus selama proses evakuasi berlangsung untuk mencegah jatuhnya korban tambahan.
(prf/ega)
Retakan Tapal Kuda, Ahli Geologi Ingatkan Potensi Longsor Susulan di Cibeunying Cilacap
2026-01-11 04:29:26
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:01
| 2026-01-11 21:41
| 2026-01-11 21:33
| 2026-01-11 20:51
| 2026-01-11 20:25










































