- Wilayah Takengon di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh disebut-sebut masih berada dalam kondisi terisolasi setelah diterjang banjir dan longsor besar.Beredar informasi bahwa listrik di sana telah padam berhari-hari, stok bahan bakar minyak (BBM) habis, dan jaringan internet hanya muncul di titik-titik tertentu dengan sinyal yang lemah.Situasi semakin sulit karena elpiji dan beras Bulog dilaporkan ikut menipis, minimarket mulai dijarah, hingga air PDAM berhenti total.Sementara akses jalan menuju Takengon masih putus, membuat distribusi logistik hanya bisa dilakukan lewat udara.Baca juga: 4 Perusahaan Terindikasi Penyebab Banjir di Sumatera Disegel Kemenhut, Misteri Pemilik Gelondongan Kayu Mulai Terungkap“Betul sampai hari ini begitu keadaannya,” ujar Direktur RSUD Datu Beru Takengon, Gusnarwin saat dimintai informasi Kompas.com pada Minggu malam.RSUD Daru Beru Takengon termasuk fasilitas publik yang terdampak bencana. Meski wilayah Takengon terisolasi, ia memastikan rumah sakit sejauh ini masih tetap beroperasi.Hanya, pelayanan tidak lagi berjalan optimal karena sistem manajemen berbasis internet seperti SIMRS tak bisa digunakan.“Operasional tetap berjalan, tetapi tidak seoptimal biasa karena koneksi internet belum memungkinkan,” jelasnya.Baca juga: JNE Masih Gratiskan Ongkir Bantuan ke Korban Banjir Sumatera hingga 10 Desember, Ini CaranyaFoto: Dok. Humas Pemprov Aceh Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menembus wilayah terisolasi di Aceh Tengah menggunakan helikopter untuk memastikan kondisi warga yang terdampak banjir besar. Ia mendarat di Lapangan Musara Alun, Kota Takengon, Minggu , bersama rombongan TNI yang membawa bantuan darurat.Gusnarwin mengatakan, bantuan dari pemerintah dan relawan mulai berdatangan, meski jumlahnya masih jauh dari cukup.“Tadi kami di RS Datu Beru membagikan beras 1,2 kilogram per tenaga kesehatan. Itu bantuan dari tenaga medis di Medan,” ujarnya.Layanan-layanan vital pun terpaksa disesuaikan. Ruang perawatan dikurangi demi menghemat listrik dan air.Persediaan oksigen menipis, begitu pula bahan habis pakai untuk layanan cuci darah.“Sempat satu hari kami tidak bisa melakukan cuci darah kepada pasien. Kami langsung meminta bantuan Kemenkes, dan Alhamdulillah hari kedua pasokan datang,” katanya.Baca juga: Aceh Tamiang Disebut Kota Zombie usai Disapu Banjir, Ini 5 Fakta KondisinyaDi tengah krisis air bersih, rumah sakit sampai harus mengerahkan ambulans pulang-pergi belasan kali sehari untuk mengambil air danau sejauh 1,5 kilometer.
(prf/ega)
Takengon Aceh Terisolasi, RSUD Daru Beru Kekurangan Oksigen dan Air Bersih
2026-01-11 22:22:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 21:57
| 2026-01-11 20:31
| 2026-01-11 19:56










































