Sekjen Liga Muslim Dunia Puji Indonesia Bisa Jaga Keberagaman dan Toleransi

2026-02-05 10:07:56
Sekjen Liga Muslim Dunia Puji Indonesia Bisa Jaga Keberagaman dan Toleransi
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Muslim Dunia Syekh Muhammad bin Abdul Karim al-Issa memuji Indonesia. Ia memuji keberagaman dan toleransi di Indonesia."Indonesia dalam menjaga harmoni kebangsaan dalam perbedaan agama, suku, dan bahasa menjadi contoh penting bagi negara-negara lain, termasuk Arab Saudi. Indonesia memiliki peran penting di dunia Islam dan global. Di benak kami, Indonesia sangat berhasil dalam menjaga persatuan dalam keberagaman masyarakatnya. Ini suatu hal yang istimewa dan memberi pengaruh besar bagi negara lain dan bagi kami," ucap Al Issa saat pertemuan dengan Ketua MPR Ahmad Muzani di kantor Liga Muslim Dunia, Makkah, Selasa (25/11/2025).Menurutnya, Indonesia sangat layak dihadirkan di forum-forum internasional. Ia menganggap Indonesia bisa menjadi contoh terkait keberagaman dan toleransi."Dan kami melihat perhatian besar untuk menguatkan kehadiran Indonesia di forum internasional dan Indonesia sangat patut untuk hadir di forum-forum internasional untuk memberikan contoh," tuturnya."Atas nama Rabithah Alawiyah, kami menyampaikan terima kasih kepada Indonesia karena telah memberi contoh nyata istimewa bagaimana toleransi dalam keberagaman," tambahnya.Diketahui, Muzani akan menghadiri launching platform elektronik Liga Muslim Dunia di Makkah yang digelar malam ini. Menurut Muzani, platform ini sangat penting di era digital yang perkembangan sangat maju dan cepat.Platform ini, kata Muzani, akan berdampak mendekatkan pandangan-pandangan keagamaan, membangun jembatan antar mazhab Islam dengan tujuan akhir menyatukan umat Islam dalam satu persaudaraan dan kemanusiaan, serta menjauhkan dari sikap fanatisme kelompok. Muzani mengatakan Indonesia sangat mendukung inisiasi launching platform Liga Muslim Dunia."Tugas saya sebagai Ketua MPR adalah menjaga persatuan dan kebersamaan dalam keberagaman. Perbedaan bagi kita adalah energi untuk menjaga kekuatan Indonesia sebagai negara persatuan. Para pemimpin kita melihat perbedaan menjadi kekuatan menjaga persatuan bukan justru menjadi perpecahan. Kami harap platform Liga Muslim yang akan di-launching besok bisa bermanfaat agar Islam menjadi agama yang rahmatan lil alamin dan kesadaran kita bersatu sesama umat Islam harus terus digelorakan bahwa itu adalah cara kita untuk bisa tetap kuat," kata Muzani.Simak juga Video Pramono: Toleransi Kunci Kehidupan di Jakarta Berjalan Baik[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kondisi di Indonesia sangat berbeda. Sejumlah perguruan tinggi besar masih sangat bergantung pada dana mahasiswa. Struktur pendapatan beberapa kampus besar menggambarkan pola yang jelas:Data ini memperlihatkan satu persoalan utama: mahasiswa masih menjadi “mesin pendapatan” kampus-kampus di Indonesia. Padahal di universitas top dunia, tuition hanya berkontribusi sekitar 20–25 persen terhadap total pemasukan.Ketergantungan ini menimbulkan tiga risiko besar. Pertama, membebani keluarga mahasiswa ketika terjadi kenaikan UKT. Kedua, membatasi ruang gerak universitas untuk berinvestasi dalam riset atau membangun ekosistem inovasi. Ketiga, membuat perguruan tinggi sangat rentan terhadap tekanan sosial, ekonomi, dan politik.Universitas yang sehat tidak boleh berdiri di atas beban biaya mahasiswa. Fondasi keuangannya harus bertumpu pada riset, industri, layanan kesehatan, dan endowment.Baca juga: Biaya Kuliah 2 Kampus Terbaik di di Indonesia dan Malaysia, Mana yang Lebih Terjangkau?Agar perguruan tinggi Indonesia mampu keluar dari jebakan pendanaan yang timpang, perlu dilakukan pembenahan strategis pada sejumlah aspek kunci.1. Penguatan Endowment Fund Endowment fund di Indonesia masih lemah. Banyak kampus memahaminya sebatas donasi alumni tahunan. Padahal, di universitas besar dunia, endowment adalah instrumen investasi jangka panjang yang hasilnya mendanai beasiswa, riset, hingga infrastruktur akademik. Untuk memperkuat endowment di Indonesia, diperlukan insentif pajak bagi donatur, regulasi yang lebih fleksibel, dan strategi pengembangan dana abadi yang profesional serta transparan.2. Optimalisasi Teaching Hospital dan Medical Hospitality

| 2026-02-05 08:50