2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta pada Libur Natal-Tahun Baru

2026-01-14 18:49:47
2,9 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta pada Libur Natal-Tahun Baru
JAKARTA, - Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara (Korlantas) Polri memprediksi jumlah kendaraan yang akan bepergian keluar Jakarta saat momen libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mencapai 2.915.318 kendaraan."Kami laporkan proyeksi volume lalin keluar nataru (Natal dan tahun baru). Proyeksinya 2.915.318 kendaraan," kata Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis .Agus menyebutkan, jumlah ini relatif lebih sedikit dibandingkan libur Hari Raya Idul Fitri 2025.Namun, jumlah ini meningkat 12 persen atau 255.669 kendaraan dari hari normal dan naik 0,6 persen atau 26.328 dari momen libur Natal tahun 2024.Baca juga: Nikmati Diskon 20% Tarif Tol Selama Libur Natal 2025"Kalau prediksi nataru hanya ada peningkatan 12,2 persen (255.669 kendaraan) terhadap normal. Naik 0,9 persen (26.328) terhadap 2024," ucap Agus.Agus memastikan, proyeksi kemacetan pada libur akhir tahun ini masih bisa dikendalikan dengan menerapkan skema one way (satu jalur) atau contraflow (lawan arus)."Jadi prediksinya boleh, tapi kondisi pada saat itu kalau harus dilakukan one way kami lakukan one way karena kami standby di command center itu," ujar dia.Baca juga: Tak Hanya Natal, Ini Daftar Hari Nasional dan Internasional Sepanjang Desember 2025Berdasarkan data, sebanyak 888.000 kendaraan akan mengarah ke arah barat menuju Cikupa dan Merak,, 960.000 jendaraaan akan mengarah ke timur melalui Tol Trans Jawa, dan 672.000 kendaraan mengarah ke arah Selatan seperti Bandung dan Ciawi."Traffic accounting ini sangat menentukan kondisi arus lalu lintas di jalan tol, termasuk beban di arteri. Ketika nanti kita lakukan one way antar tol dan arteri, harus seimbang sehingga cara bertindaknya harus ada perhitungan dengan parameternya," kata Agus.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-14 17:55