Pulau Buton, Penghasil Aspal Alam di Indonesia

2026-01-12 04:24:55
Pulau Buton, Penghasil Aspal Alam di Indonesia
- Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber daya alam melimpah, termasuk bahan tambang strategis untuk pembangunan infrastruktur.Salah satu kekayaan tersebut adalah aspal alam, pulau penghasil aspal di Indonesia adalah Buton. Pulau Buton sebagai penghasil aspal alam termasuk provinsi Sulawesi Tenggara.Pulau ini telah lama dikenal sebagai penghasil aspal alam terbesar di Indonesia, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia.Aspal alam Pulau Buton atau yang dikenal dengan sebutan Asbuton (Aspal Buton) telah dimanfaatkan sejak era kolonial dan hingga kini masih menjadi bagian penting dalam pembangunan jalan nasional.Baca juga: Sering Bikin Bingung, Apa Perbedaan Aspal dan Hotmix?"Aspal alam disebut aspal batu atau aspal gunung yang banyak terdapat di Pulau Buton disebut asbuton," kata Riski Wahyudi, Dosen Teknik Sipil Universitas Tangerang Raya, Senin .Pulau Buton memiliki cadangan aspal alam yang sangat besar. Berdasarkan berbagai kajian geologi, cadangan aspal alam di wilayah ini diperkirakan mencapai ratusan juta ton, tersebar di sejumlah wilayah seperti Lawele, Kabungka, Waisiu, dan Rongi.Aspal tersebut terbentuk secara alami dari proses geologi selama jutaan tahun, ketika minyak bumi merembes ke permukaan dan mengalami pengendapan serta pengerasan.Berbeda dengan aspal minyak (bitumen) yang merupakan hasil olahan kilang, aspal alam Pulau Buton sudah bercampur dengan mineral batuan kapur, sehingga memiliki karakteristik khas.Pemanfaatan aspal alam di Pulau Buton telah dimulai sejak masa pemerintahan Hindia Belanda. Aspal Buton kala itu digunakan untuk pembangunan jalan dan pelabuhan di berbagai wilayah Indonesia.Baca juga: Konstruksi Jalan Aspal Vs Beton, Mana Lebih Murah?Namun, seiring berkembangnya industri minyak bumi, penggunaan aspal minyak impor sempat lebih dominan karena dianggap lebih praktis.Dalam beberapa dekade terakhir, pemerintah kembali mendorong pemanfaatan Asbuton sebagai bagian dari program substitusi impor dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, terutama untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan.Aspal alam dari Pulau Buton memiliki sejumlah keunggulan. Kandungan bitumen alaminya dikenal memiliki daya lekat yang baik dan lebih tahan terhadap suhu tinggi, sehingga cocok digunakan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.Selain itu, Asbuton dinilai lebih ramah lingkungan karena proses pengolahannya relatif lebih sederhana dibandingkan aspal minyak.Dalam praktiknya, aspal alam ini dapat digunakan sebagai campuran perkerasan jalan, baik dalam bentuk Asbuton murni maupun produk olahan seperti Asbuton granul dan ekstraksi.Baca juga: Apa Perbedaan Aspal Minyak Bitumen dan Aspal Alam?


(prf/ega)